Peragakan 39 Adegan, Temukan Fakta Baru

REKA ULANG : Tersangka  memperagakan adegan pembunuhan saat reka ulang di Mapolsek Lawang kemarin    

LAWANG - Pembunuhan berencana terhadap ibunda Camat Tumpang bernama Iesma, 82 tahun, warga Jalan Sumberwuni RT 2 RW 1 Kelurahan no 5 Kelurahan Kalirejo Kecamatan Lawang, kemarin siang direkonstruksi di halaman belakang Polsek Lawang. Tersangka Toyib Santoyo alias Asong reka ulang kejadian sebanyak 39 adegan.
Hasil rekronstruksi tersebut, petugas menemukan beberapa fakta baru. Diantaranya yakni, korban dibunuh tersangka di depan rumah, usai pulang salat subuh sekitar pukul 04.30 WIB. Tersangka yang berusia 55 tahun ini menjerat leher korban, menggunakan tali tampar berwarna biru.Kemudian, tubuh korban dibawa masuk ke dalam kamar, dengan cara diseret menggunakan tali tampar itu, ke dalam kamar tamu yang kosong. Selanjutnya, wajah korban ditutupi menggunakan kerudung warna putih. Tubuh korban digeletakan di lantai dengan posisi kepala terletak di utara dan pososo kaki terletak di selatan.
Setelah memastikan korban tewas, tersangka menutup pintu kamar tersebut. Kemudian tersangka menuju ke kamar belakang, menuju tempat biasanya korban untuk tidur dan istirahat. Di dalam kamar korban itulah, tersangka mengambil perhiasan berupa dua cincin dan dua giwang yang disimpan berada di dalam lemari.Setelah puas menggondol barang berharga milik korban tersebut, tersangka keluar rumah sekitar pukul 05.00 wib. Kemudian tersangka pulang ke rumahnya.
“Saat pagi harinya, tersangka menyempatkan diri menuju warung Lisa yang bersebelahan dengan rumah korban. Tujuannya, untuk mengecek situasi,” ujar Kanit Polsek Lawang Iptu Imron SH kepada Malang Post. Usai memastikan situasinya  tidak terjadi apa-apa, kemudian tersangka menuju ke Pasar Besar Kota Malang.Tujuannya, yakni menjual perhiasan milik korban. Oleh tersangka, sebuah perhiasan cincin berhasil dijual dengan seharga Rp 150 ribu. “Hasil penjualan perhiasan tersebut, digunakan oleh tersangka untuk bermain judi. Uangnya yang tersisa dan berhasil kami amankan, sebesar Ro 60 ribu,” papar mantan Kanit Reskrim Polsek Kepanjen itu.
Selain uang, petugas juga berhasil mengamankan tiga perhiasan yang belum sempat dijual dan satu tali tampar berwarna biru yang dipakai menjerat leher korban. Dalam pengakuan tersangka kepada petugas penyidik yang memeriksanya, pernah melakukan pembunuhan berencana pada tahun 1975 di Jakarta dan untuk itu ia diganjar  hukuman selama 15 tahun. “Saat itu, katanya pembunuhan yang dilakukan bermotif asmara. Karena wanita yang dicintainya, memilih orang lain. Alasan itulah, tersangka membunuh pasangan wanita yang dia cintainya tersebut,” beber perwira pertama dengan dua balok di pundaknya itu.
Sedangkan dalam reka ulang itu, tidak dihadiri oleh pihak keluarga korban. Termasuk keluarga korban, juga enggan melakukan reka ulang di rumahnya. “Karena keluarga korban keberatan untuk direka ulang di lokasi kejadian, maka cukup dilakukan di Mapolsek Lawang ini,” paparnya.
Telah dilakukan reka ulang tersebut, selanjutnya pada pekan depan petugas akan melimpahkan kasus ini ke kejaksaan. “Tersangka tetap kami jerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang ancaman hukumannya penjara seumur hidup,” tutup Imron. (big/nug)

Kronologis
1.    Tersangka menunggu korban pulang salat subuh mulai jam 04.00 WIB  di depan rumah.
2.    Korban masuk ke rumah pukul 04.30, kemudian dijerat oleh tersangka menggunakan tali tampar berwarna biru
3.    Tersangka menyeret tubuh korban dan memasukannya ke dalam kamar tamu.
4.    Wajah korban ditutupi oleh kerudung
5.    Tersangka mengunci kamar tersebut
6.    Tersangka menuju kamar tidur korban yang berada di belakang
7.    Tersangka mengambil perhiasan korban yang ada di lemari
8.    Sekitar pukul 05.00 wib tersangka keluar dari rumah
9.    Pukul 07.00 wib tersangka ngopi di warung Lisa sebelah rumah korban
10.    Tersangka menuju ke Pasar Besar untuk menjual perhiasan.