Depresi Kakek Akhiri Hidupnya

Warga sekitar memadati depan rumah korban, untuk merawat kemudian mengubur jenazah korban.

SINGOSARI- Ketenangan warga Dusun Pusung RT 17 RW 7 Desa Wonorejo Kecamatan Singosari, siang kemarin mendadak berubah menjadi gempar. Hal itu terjadi, setelah aksi nekat dilakukan Sarimin, 78 tahun yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di depan pintu rumahnya.
Kakek yang sehari-harinya hidup sendirian di rumahnya tersebut, diduga nekat mengkahiri hidupnya karena alasan ekonomi serta tidak ada yang mengurusnya.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan yang ada di dalam tubuh korban. Korban murni tewas karena kehabisan nafas saat gantung diri,” ujar Kanit Reskrim Polsek Singosari AKP Untung kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu yang pertama kali adalah Legimin, 48, tahun, tetangga korban. Legimin berniat menuju ke ladang untuk bercocok tanam. Saat keluar rumah,  alangkah kagetnya dia mendapati tubuh korban menggantung di pintu depan rumah.
Sontak, diapun berteriak minta tolong yang mengundang kehebohan warga sekitar dengan berhamburan keluar rumah mereka masing-masing. Warga yang takut terjadi apa-apa, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kepala Dusun Pusung. Kemudian, laporan tersebut seketika itu juga diteruskan ke Mapolsek Singosari.
Petugas yang datang, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan dibantu petugas Puskesmas Singosari. Leher kakek malang itu, terjerat kain batik atau sewek,  Selain ditemukan menggantung, posisi kakek malang itu berpakaian lengkap.
Selain itu, raut wajahnya terlihat menahan kesakitan dan sesak nafas, akibat lehernya terjerat kain batik tersebut. “Petugas Puskesmas Singosari juga menyatakan, bahwa korban tewas kehabisan oksigen. Diperkirakan posisi korban menggantung lebih dari dua jam,” ujar perwira pertama dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Sedangkan penyebab kuat korban nekat mengakhiri hidupnya, karena selama ini korban hidup sebatang kara. “Korban diketahui tidak mempunyai anak maupun keluarga. Sedangkan istrinya meninggal dua tahun lalu,” terangnya.
Karena korban diketahui tidak mempunyai keluarga dan dapat dipastikan meninggal murni bunuh diri, tidak dilakukan visum maupun otopsi. Usai diperiksa oleh medis dan kepolisian, korban langsung dikuburkan oleh warga sekitar di pemakaman umum setempat. (big/aim)