Warga Sweeping Pasangan Mesum

PAKISAJI – Konflik antara warga dengan pemilik Hotel Transito di Jalan Kebonagung, Kecamatan Pakisaji kembali memanas. Sabtu (1/2) kemarin, warga yang mengatasnamakan Forum Komunikasi dan Kebersamaan Masyarakat Muslim Peduli Pendidikan, Dakwah, Sosial dan Anti Kemaksiatan kembali mendatangi hotel. Kedatangan mereka untuk menggrebek pasangan yang diduga mesum di dalam hotel.
Dalam aksi yang tanpa didampingi petugas kepolisian itu, sebanyak tujuh orang berhasil dijaring dari dalam kamar hotel. Empat diantaranya adalah perempuan dan sisanya adalah pria. Ketujuhnya dibawa ke Mapolsek Pakisaji.
Korlap aksi, Rojikin, menjelaskan kalau yang dilakukan tersebut hanya sebagai bukti, jika kekhawatiran bahwa hotel digunakan sebagai tempat mesum, memang benar adanya.
“Aksi itu  sebagai bukti bahwa digunakan sebagai ajang mesum. Ini memang benar terjadi, bukan hanya isu belaka,” katanya.
Masih menurutnya, dari bukti yang dilakukan kemarin, nantinya juga akan dijadikan bahan evaluasi kepada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T). Ini bukti, jika keberadaan hotel sudah disalah fungsikan sebagaimana mestinya.
“Dari hasil itu juga akan dijadikan bahan kepada BP2T. Mengenai langkah selanjutnya, nanti akan dibicarakan lagi dalam forum kebersamaan masyarakat,” katanya singkat.
Kapolsek Pakisaji, AKP Sri Amung menjelaskan, seharusnya warga tidak melakukan aksi itu tanpa didampingi petugas. Mengingat, hal itu sangat rawan dan bisa memunculkan konflik atau benturan antar penghuni kamar dan warga. Seperti diketahui, konflik itu sudah berbuntut pada laporan pemilik hotel ke Polda Jatim yang melaporkan warga.
 “Terkait dengan aksi warga untuk sementara hanya dilakukan pendataan. Termasuk, memanggil orang tua dari mereka yang masih berstatus pelajar. Masalahnya, dari mereka yang diamankan tidak melakukan perbuatan criminal. Orang menginap, itu kan memiliki tujuan. Jadi, agar kiranya bisa menginformasikan kepada petugas. Sehingga, tidak sampai terjadi apa-apa,” terangnya. (sit/aim)