Urus Syarat Nikah, Rampok Dibekuk Polisi

BATU - Sepandai-pandainya tupai melompat, bakal terjatuh juga. Itulah peribahasa yang pas bagi Didik Purwanto, 22 tahun. Bagaimana tidak, pemuda asli Jalan Wukir Gang 6 RT4/RW11 Kelurahan Temas Kecamatan Batu, hampir empat tahun mampu menyembunyian diri dari incaran polisi imbas perampokan bersama empat temannya, yang sudah lebih dulu menjalani hukuman ini.
Namun, siang kemarin merupakan hari apes pemuda yang popular dengan nama Jangkrik ini. Diapun ditangkap petugas Reskrim Polsek Batu tanpa perlawanan, ketika sedang sibuk ngurus persyaratan surat pindah nikah.
Kasus tindak pidana yang dilakukan Jangkrik bersama empat temannya, merampok pengendara motor di Jalan Kasiman, Kelurahan Ngaglik, 14  Mei 2010 lalu. Modusnya, menghadang Ricky Candra, 20 tahun dan Andi Sutrisno,  23  warga Jalan Indragiri, Desa Sumberejo Kecamatan Batu.
" Dengan todongan pisau, mereka menghajar dua korban lalu merampok dua helm dan sebuah HP. Sedangkan motor tak berhasil mereka bawa kabur keburu dipergoki warga,’’terang Kanitreskrim Polsek Batu, Iptu Tukiman, Senin kemarin.
Empat teman Jangkrik, sudah lebih dulu tertangkap dan perkaranya pun telah disidangkan di PN Kota Malang, dengan vonis hukuman dua tahun.’’ Selama ini saya bersembunyi di rumah indekosan di Dampit sekaligus kerja di sana, dan baru empat hari ini berani pulang ke Temas,’’aku Jangkrik
Jangkrik terpaksa pulang, karena sedang ngurus pindah domisili sekaligus persyaratan pernikahan. Dia juga mengakui, akhir bulan ini bakal menikahi seorang gadis Dampit. Melalui SMS, Jangkrik juga telah mengabari calon istri tentang tertangkapnya dia.
‘’ Calon istri saya sudah saya kabari, akhirnya pernikahan ditunda dulu, tapi saya ragu apakah dia masih mau menunggu kebebasan saya,’’jelas pemuda yang selama di Dampit bekerja serabutan ini. (mik/lyo)