Jadi Tersangka, Anggota Dewan Diperiksa Delapan Jam

KEPANJEN - Sugiyanto atau akrab di sapa Sugik, anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Malang, kemarin memenuhi panggilan penyidikan. Bersama adiknya, Sumadi, yang sama-sama diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan, mendatangi ruang penyidikan Mapolres Malang sekitar pukul 10.00 WIB.
Keduanya diminta keterangan secara terpisah untuk menghindari perhatian wartawan. Jika Sumadi di periksa penyidik di ruang Unit III, maka Sugik diruang tertutup Gakumdu (pengaduan) atau sisi ruangan kasus keduanya ditangani.
Cukup tertutupnya proses pemeriksaan keduanya, pun berlaku saat keduanya yang sekitar pukul 12.00 hingga 13.00 diberikan waktu jeda untuk istirahat. Kesempatan itu, tidak dimanfaatkan keduanya untuk keluar dari ruang penyidikan. Namun, keduanya lebih memilih untuk tetap di ruangan masing-masing.
“Jam istirahat ya diberikan. Tapi ya itu, mereka tetap di dalam,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP M Aldy Sulaeman.
Hingga pemeriksaan sekitar pukul 15.00 atau lima jam, sayangnya tidak ada kepastian mengenai status penahanan keduanya. Apakah langsung dilakukan penahanan, ataukah hanya dikenakan tahanan luar hingga menunggu berkas menjadi P-21.
Kapolres Malang, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, dikonfirmasi terpisah menjelaskan bahwa ditahan atau tidaknya tersangka, menjadi kewenangan penuh dari penyidik. Termasuk, dalam pemeriksaan keduanya yang sudah berstatus tersangka.
“Penyidik nanti yang menentukan. Yang jelas, ada pertimbangan objektif dan subjektif yang nantinya menjadi acuan penyidik untuk melakukan penahanan. Secara objektif, memang yang bersangkutan melakukan perbuatan yang diadukan. Tetapi ketika yang subjektif seperti yang bersangkutan tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, mengulangi perbuatan atau kooperatif selama proses pemeriksaan, maka bisa saja tidak ditahan,” terang Adi.
Lantas, bagaimana jika sempat mangkir karena tugas?, Adi mengatakan, jika alasan jelas dan itu memang dilakukan, ya tidak apa-apa. Yang menjadi masalah, ketika alasan yang disampaikan saat dilakukan pemanggilan tidak benar.
Hingga sekitar pukul 17.35, baru diinformasikan jika pemeriksaan terhadap keduanya telah rampung. Hanya saja, apakah terhadap keduanya ditahan atau tidak, belum juga ada kejelasan. Sebaliknya, Sugik seorang diri sempat keluar sebentar dari ruang penyidikan.
“Saya masih belum dapat laporan. Nanti saya beritahu kalau ada laporan hasil pemeriksaan mereka,” tambah Kapolres Malang berselang satu jam usai pemeriksaan rampung.
Sebagaimana diberitakan, kakak-adik tersebut dilaporkan Untung atas dugaan pengeroyokan yang berlangsung pada Oktober 2013 lalu. Kejadian tersebut, berlangsung di sebuah warung Desa Srigonco, Kecamatan Bantur. (sit/aim)