Dilaporkan Nunggak Kredit, Bank Danamon Disomasi

SOMASI: Thomas Kusumajaya menunjukkan surat somasi kepada Bank Danamon Indonesia didampingi kuasa hukumnya, M.S. Alhaidary.

MALANG - Thomas Kusumajaya, 55 tahun, warga Jalan Imam Sujono Malang, menyomasi PT. Bank Danamon Indonesia Tbk Cabang Pembantu (Capem) Pasar Dinoyo, kemarin. Dia mengatakan, bank tersebut telah membuat laporan ke Bank Indonesia (BI) sebagai debitur yang mengalami kolektabilitas 2 (call 2) di Bank Danamon Capem Pasar Dinoyo. Akibatnya, nama distributor bawang ini tercatat dalam blacklist di Sistem Informasi Debitur (SID) BI. “Saya mengetahui nama saya masuk dalam blacklist itu setelah mengajukan kredit Rp 2 miliar ke salah satu bank di Malang,” tuturnya.
Thomas, panggilannya mengaku bila sebelumnya permohonan kredit yang diajukannya itu diterima oleh bank tersebut. “Namun setelah dicek ke SID, permohonan ditolak dengan alasan nama saya ada dalam blacklist karena mengalami kolektabilitas 2 (call 2) atau menunggak kredit,” terangnya.  Dia kemudian mencek hal ini ke BI dan mengetahui bahwa blacklist tersebut muncul atas dasar laporan Bank Danamon Capem Pasar Dinoyo. “Saya menanyakan hal ini ke Bank Danamon dan hanya diberi surat pernyataan bahwa saya tidak pernah menunggak pembayaran kredit,” tegas dia.
Menyikapi hal ini, M.S Alhaidary SH, MH, kuasa hukumnya meminta bank tersebut untuk segera melakukan koreksi dan membersihkan nama kliennya dari catatan blacklist BI sesuai dengan tata cara yang diatur dalam Peraturan BI No. 9/14/PBI/2007 tentang SID selambat-lambatnya satu minggu setelah surat diterima. “Kalau dalam batas waktu itu tidak dilakukan oleh Bank Danamon Capem Pasar Dinoyo dan nama klien kami masih tercatat dalam blacklist BI, pasti upaya hukum secara pidana dan perdata yang akan kami tempuh,” papar dia. Menurutnya, laporan bank itu ke BI adalah bohong dan merupakan perbuatan melawan hukum yang sangat merugikan kliennya.
Ketua DPC Ikadin Malang Raya itu mengakui bila Thomas memiliki kredit di Bank Danamon Capem Pasar Dinoyo. “Namun semua proses pembayaran cicilan kredit dilakukan dengan cara auto debet lewat rekening yang dimiliki klien kami di bank tersebut. Jadi kalau disebut menunggak, kurang bayar, tidak dibayar atau tidak diluniasi selama dua bulan, itu tidak benar,” tegasnya. Haidary memaparkan, akibat blacklist BI  ini, usaha milik kliennya jadi tersendat dan mengalami banyak kerugian materiil maupun immaterial karena semua permohonan kredit yang dilayangkan kepada lembaga keuangan lainnya ditolak dan berbuntut pada pembatalan kontrak atau kesepakatan dengan pihak ketiga. (mar)