6 Kali Mangkir, Amir Sutejo Diburu Polisi

Rumah Amir Sutedjo ketika digeledah kejari, saat ini diblokir oleh BPN.

MALANG - Mantan Rektor Universitas Kanjuruhan Malang Amir Sutedjo (AS) diburu Kejaksaan Negeri Malang. Itu lantaran AS mangkir dalam beberapa pemeriksaan, Kejaksaan mengajukan penangkapan Amir ke Polres Malang Kota.
Kata Kepala Kejaksaan Negeri Malang Munasim SH MH, AS kerap mangkir. Enam kali dipanggil kejaksaan, AS sama sekali tak muncul. Kemudian sempat mengirim surat tengah dirawat di RS Pertamina Jaya.  “Kami cek ke RS Pertamina, dijawab bahwa AS ke sana hanya konsultasi ke dokter syaraf dan tidak dirawat di sana,” aku Munasim.
Kemudian, Munasim mendatangkan putra Amir Sutedjo yakni Prof Dr Tris Edi Wahyono. Anehnya, sang putra juga mengaku tak mengetahui keberadaan ayahnya. Atas dasar itu, Kejaksaan meminta Kepolisian untuk menangkap Amir Sutedjo. “Anaknya sendiri tidak tahu, kan aneh, maka kami akan lakukan penangkapan bekerja sama dengan Polres Malang Kota,” tegas Munasim.
Panggilan terakhir sudah dilayangkan kejaksaan kepada AS pada Senin (3/2) lalu. Jika Polres Malang Kota belum berhasil menangkap, maka AS akan dimasukkan daftar pencarian orang (DPO). Selanjutnya kejari juga akan memasukkan AS dalam monitoring center (MC) pada Jaksa Agung Muda Intelejen Kejagung.
“Sejauh ini kita periksa 22 saksi, satu ahli untuk 50 surat dan dokumen disita, barang bukti uang Rp 153 juta,” bebernya.
Selain AS, Kejaksaan juga menetapkan Parjito sebagai tersangka. Berbeda dengan AS, Parjito selama ini koperatif. Bagi Kejaksaan sendiri, jika memang AS nanti terbukti sakit maka akan dilakukan perawatan ke dokter yang ditunjuk kejaksaan.
“Dokumen hampir 100 persen disita, berkaitan keuangan, LPJ,” jelasnya.
Rumah AS di Jalan Sinabung Kota Malang sendiri sudah diblokir ke BPN. Pemblokiran dilakukan agar rumah itu tidak dijual. Dalam kasus ini, dugaan korupsi atas uang negara mencapai Rp 2.045.000.000. “Dari dana itu, yang paling besar mengalir ke AS,” tandas Munasim.(ary/lim)