Masih Ada Lima Kelompok Jaringan Fauzan

MALANG- Hingga semalam, beberapa anggota Satreskrim Polres Malang Kota yang juga di-back up Polda Jatim turun ke lapangan. Salah satu penyelidikan yang intensif dilakukan yakni mengurai apakah pelaku perampokan di toko emas Bulan Purnama Jalan Sukarjo Wiyopranoto Malang, berhubungan erat dengan kelompok perampok bersenjata api jaringan Fauzan, asal Desa Sentul, Purwodadi, Pasuruan yang ditembak mati Ditreskrimum Polda Jatim, akhir tahun lalu.
“Ada informasi masuk, bahwa ada sedikit keterkaitan antara perampok di Bulan Purnama dengan jaringan kelompok Fauzan itu. Sebab, ada sekitar lima kelompok jaringan dia yang masih bebas,” terang sumber Malang Post di Polres Malang Kota. Meski Fauzan sudah tewas, namun lima kelompok perampok bersenpi ini masih eksis. “Fauzan memang selalu bergonta-ganti kelompok dalam melakukan perampokan. Rata-rata, satu kelompok berjumlah lima hingga tujuh orang. Dia juga sudah berulangkali masuk penjara,” paparnya lagi.
Fauzan juga tercatat pernah masuk dalam DPO Polsek Ngantang dan Polres Pasuruan dalam kasus perampokan. Selain mengidentifikasi kelompok Fauzan, polisi juga mencari informasi apakah ciri-ciri pelaku, sama dengan para perampok yang beraksi di salah satu toko emas di pasar Desa Jetak, Tulakan, Pacitan, November 2013 lalu. Dari tempat itu, mereka menggondol dua kilogram perhiasan emas dan uang tunai, bahkan menembak pemiliknya.
Sementara itu, kejadian perampokan di toko emas Bulan Purnama ini, juga mengingatkan pencurian enam kilogram emas batangan di toko emas Bulan Purnama yang berada di Malang Town Square (Matos) tahun 2012 lalu. Namun, anggota satreskrim yang saat itu dipimpin Kapolres Malang Kota, AKBP Teddy Minahasa Putra, berhasil menangkap dua pelakunya, yakni Faizal dan Jacky asal Madura.   
Keduanya berpura-pura menjadi pembeli, mencuri emas batangan seberat enam kilogram yang nilainya mencapai Rp 3,2 miliar itu, saat dilayani Yuli Setyo Catur, seorang karyawan toko emas Bulan Purnama. Kepada Yuli, pelaku mengatakan membeli emas itu untuk bosnya yang berada di luar negeri. Saat Yuli menunjukkan emas itu, pelaku berlagak memasukkan emas batangan itu ke dalam tasnya dengan alasan mencoba. Begitu Yuli lengah, pelaku langsung kabur. (mar)