Tergiur Untung Besar, Nekat Oplos Elpiji

WAJAK - Saat harga elpiji ukuran 12 kilogram naik dan langka dipasaran, Kamis lalu petugas Polsek Wajak menggrebek sebuah rumah kosong di Dusun Tambakarjo, Desa Beringin Kecamatan Wajak. Penggrebekan dilakukan setelah polisi mendapat informasi adanya penyulingan (pengoplosan) elpiji dari tabung ukuran 3 kilogram ke 12 kilogram dan 50 kilogram.
Dari penggrebekan yang dipimpin langsung Kapolsek Wajak AKP Sardikan, polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku penyulingan. Yaitu Mulyana, 30 tahun, warga Jalan Sekarsari Indah, RT 03 RW 01, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang. Dan Wahyu Sumindar, 37 tahun, warga Dusu Garotan, RT 28 RW 12, Desa Beringin Kecamatan Wajak, selaku pemilik rumah.
Selain keduanya, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya, dua unit mobil pick up L300, alat segel serta puluhan segel tabung palsu dan selang untuk mengoplos elpiji.
Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan tabung elpiji ukuran 3 kilogram yang kosong sebanyak 106 tabung, sedangkan yang masih berisi sebanyak 177 tabung. Tabung elpiji ukuran 12 kilogram yang kosong sebanyak 6 tabung, dan sudah berisi sebanyak 4 tabung. Kemudian tabung elpiji ukuran 50 kilogram, yang kosong sebanyak 8 tabung dan sudah terisi sebanyak 4 tabung.
"Barang bukti tabung tersebut, sebagian kami amankan di Polsek dan sebagian lagi masih berada di TKP dengan diberi garis police line. Saat ini kami masih mengembangkan kasusnya, karena ada dugaan keterlibatan orang lain," terang Sardikan.
Mantan KBO Intelkam Polres Malang ini menambahkan, penggrebekan rumah oplosan elpiji tersebut bermula dari informasi masyarakat. Kemudian polisi melakukan penyelidikan dengan menyanggong sekitar TKP selama sepekan. Ketika kedua tersangka sedang melakukan aktivitas pengoplosan polisi langsung menggrebek.
"Untuk menggrebek rumah oplosan elpiji ini, kami sempat kesulitan karena pintu depan terkunci. Kemudian kami lewat pintu belakang dan langsung menangkap tangan keduanya saat melakukan pengoplosan," tuturnya.
Sementara, kedua tersangka mengaku melakukan pengoplosan elpiji ini, sejak sekitar lima bulan lalu. Elpiji ukuran tiga kilogram yang dioplos ke dalam tabung ukuran 12 kilogram, dibeli dari distributor elpiji di Kota Malang. Satu tabung 3 kilogram dibeli dengan harga Rp 12.350.
"Tabung 3 kilogram itu, setiap hari dikirim dari distributor. Setiap pengiriman sekitar 200 tabung. Tetapi tidak kami oplos semuanya, karena juga kami kirim ke toko-toko kelontong. Kalau ada sisanya baru kami bawa pulang untuk dioplos. Biasanya sisanya sekitar 40 sampai 100 tabung," tutur Wahyu Sumindar yang dibenarkan Mulyana.
Setelah dioplos, tabung 12 kilogram tersebut dijual dengan harga Rp 90 ribu. Sedangkan untuk tabung ukuran 50 kilogram dijual seharga Rp 400 ribu. "Kami mendapat ilmu ini tidak dari siapa-siapa, hanya menganalisa saja. Dan untuk segel itu adalah segel bekas yang kami kumpulkan," kata keduanya.(agp/aim)