Hasil Lab Balitkabi, Bukan Pupuk

NGAJUM – Penyidik Reskrim Polsek Ngajum, ternyata belum berani melangkah jauh soal kasus dugaan pupuk palsu yang sudah beredar di wilayah Kecamatan Ngajum. Alasannya polisi masih menunggu hasil uji di laboratorium forensik (Labfor) Polda Jatim.
“Untuk perkembangan penyidikan, kami masih menunggu hasil dari Labfor. Sebab apakah benar pupuk yang diduga palsu itu, benar-benar palsu atau tidak, karena kami tidak ingin salah melangkah. Selain itu kami juga masih menunggu gelar perkara terkait kasus ini,” ungkap Kapolsek Ngajum, AKP Sri Sugeng Waskito.
Dikatakan dia, terkait uji laboratorium sebetulnya polisi sudah mendapatkan hasil penelitian dari Balitkabi Pakisaji. Hasil uji menyatakan bahwa kandungan unsur hara sama sesuai dengan fungsinya yaitu pembenah tanah. “Namun hasil uji laboratorium itu, tidak bisa dijadikan dasar hukum. Makanya masih menunggu hasil uji Labfor Polda Jatim,” tutur Waskito.
Mantan Kapolsek Kepanjen ini menambahkan, dari hasil pemeriksaan Ir Saiful Anam, selaku produsen mengatakan bahwa Phosnka dan ZeA yang diproduksi memang bukan pupuk. Melainkan adalah pembenah tanah sesuai dengan izin yang tertulis. Begitu juga tulisan di kemasan juga menyatakan pembenah tanah.
Harga jual ke distributor pun, juga jauh dengan harga pupuk asli merek Phonska atau ZA produksi PT Petrokimia Gresik. Untuk Phosnka dan ZeA yang merupakan pembenah tanah, dijual per-sak Rp 55 ribu. Sedangkan pupuk asli harganya adalah Rp 195 ribu.
“Jika melihat hasil pemeriksaan produsen, tidak ada kesalahan karena menjualnya ke distributor adalah pembenah tanah. Tetapi jika dijual ke para petani dikatakan pupuk dan dijual sama dengan harga pupuk asli, maka kesalahan bisa pada distributor. Dan untuk melangkah ini, masih menunggu hasil gelar di Polres Malang,” paparnya.
Sekedar diketahui, akhir Januari lalu, Polsek Ngajum mengamankan 21 ton pupuk yang diduga palsu. Itu setelah mendapat pengaduan dari beberapa petani, yang terlanjur membeli di distributor, ternyata tidak ada perubahan pada tanaman. Diduga palsu, karena merek pada kemasannya memiliki kesamaan dengan merek pupuk asli produksi PT Petrokimia Gresik.(agp/aim)