Kelompok Pencuri Rumah Kosong Digulung

Lima pencuri spesialis rumah kosong berhasil tertangkap dengan sejumlah barang bukti yang disita dari keluarganya.

MALANG- Didera kasus perampokan yang bertubi-tubi, namun tidak membuat anggota Satreskrim Polres Malang Kota patah semangat. Bersama-sama anggota Polsekta Sukun, tim gabungan berhasil meringkus lima orang pelaku pencurian spesialis rumah kosong yang sering melakukan operasinya di kota dan kabupaten Malang, Kediri, Tulungagung dan kota lain. Dalam pemeriksaan, diketahui bila kelompok ini melancarkan aksinya di 26 TKP. “Masih ada tiga orang yang menjadi DPO dalam kelompok pencuri rumah kosong ini.  Inisialnya ST, BT dan DL” papar Wakapolres Malang Kota, Kompol Trisaksono Puspo Aji SIK, kemarin.
Sedangkan kelima pelaku yang sudah tertangkap yakni Taufiq Rahman, 27 tahun, warga Jalan Danau Bratan VII, Sawojajar, Malang, Budi, 26 tahun dan Dani, 29 tahun, keduanya warga  Jalan Gadang Malang, Irwan, 28 tahun, warga Perumahan Tambaksari Permai, Tajinan dan Taufik alias Kucing, 28 tahun, warga Desa Mangliawan, Pakis. “Pengungkapan itu sebenarnya berawal dari kasus percobaan pencurian yang dilakukan tersangka MRF (Taufiq Rahman) di PT. Bintang Bola Dunia Sukun oleh satpam,” terangnya.
Dia pun dibekuk dan diamankan di Mapolseta Sukun. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku bila dia sudah 21 kali melakukan pencurian bersama tujuh temannya dengan mengendarai mobil sewaan, Toyota Kijang Innova, KT 1040 KE. “Anggota gabungan polres dan polsek kemudian melakukan penangkapan terhadap tersangka lainnya dan mengumpulkan berbagai barang bukti hasil kejahatannya,” papar mantan Wakapolres Ponorogo itu. Perwira yang menyandang satu melati di pundaknya ini menerangkan, salah satu TKP yang dilakukan kelompok tersebut adalah di rumah Lauw Laurentina, 34 tahun, warga Jalan Terusan Candi Mendut Malang, 31 Januari 2014.    
Dari rumah Lauw ini, mereka menggondol laptop Azuz, TV LCD Panasonic 32 inci, TV LED Sharp 32 inci, dokumen penting dan brankas berisi mata uang asing dan uang jutaan rupiah serta perhiasan emas. “Total kerugian sekitar Rp 500 juta,” tegas Trisaksono yang didampingi Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH dan Kapolsekta Sukun, Kompol Toyib Subur. Dia menegaskan, meski berhasil mengungkap salah satu komplotan pencurian spesialis rumah kosong, pihaknya tidak berhenti begitu saja. “Masih kita kembangkan terus karena dicurigai lebih banyak TKP. Termasuk salah satunya memburu ST yang menjadi otaknya,” pungkasnya. (mar)