Giliran Toko Emas di Kepanjen Dirampok

Bawa 1,5 Kg Emas, Kerugian Lebih dari Setengah Miliar
KEPANJEN – Saat kasus perampokan yang terjadi di toko emas Bulan Purnama Kamis petang lalu belum terungkap, kemarin giliran toko emas Wijaya yang berada di dalam Pasar Kepanjen, menjadi sasaran pelaku kejahatan. Perhiasan emas seberat sekitar 1,5 kilogram yang berada dalam brankas, berhasil digondol pelaku.
Hanya saja, yang membedakan cara kerja dari aksi kawanan pelaku ini berbeda. Di toko emas Bulan Purnama pelaku menggunakan senjata api dan beraksi ketika toko masih buka. Sedangkan di toko emas Wijaya milik Teguh Fron Wijaya (51), pelaku beraksi saat toko sedang tutup. Diperkirakan aksi tersebut dilakukan pada dini hari sekitar pukul 01.00.
Selain perhiasan emas yang nilainya ditafsir lebih dari setengah miliar, di dalam brankas juga ada uang tunai sebesar Rp 2,5 juta yang ikut raib. “Sebelumnya di brankas ada uang Rp 12,5 juta. Tetapi yang Rp 10 juta, saya bawa pulang saat tutup. Harga emas yang dicuri, satu gramnya seharga Rp 365 ribu,” Hj Yuana, istri Teguh Fron Wijaya.
Yuana mengatakan, setiap hari toko emas Wijaya miliknya tutup sekitar pukul 13.00, termasuk Jumat (7/2) lalu sebelum Sabtu kemarin diketahui dibobol pencuri. Sebelum pulang ke rumahnya di Jalan Sumedang Kepanjen, seluruh perhiasan emas yang semula berada di etalase serta uang tunai dimasukkan ke dalam brankas ukuran sekitar 1 meter x 60 sentimeter. Semua pintu dari rolling door juga ditutup dan dikunci dengan gembok. Setelah itu Gufron (sapaan akrab Teguh Fron Wijaya) dan istrinya pulang.
Diperkirakan saat tengah malam inilah, pelaku yang diduga sebelumnya sudah merencanakan beraksi. Mereka menyelinap masuk ke dalam pasar ketika empat petugas security yang jaga lengah. Selanjutnya, setelah di dalam, dengan menggunakan gergaji mereka memotong gembok pintu sebelah timur. Begitu pintu terbuka, pelaku lantas masuk dan menurunkan brankas yang dibuka paksa di lantai dengan cara dicongkel. Setelah melakukan aksi, pelaku keluar lewat pintu semula. Agar tidak dicurigai, gembok yang dirusak diganti dengan gembok baru.
Sayangnya selama melakukan aksi pencurian di dalam toko emas, pelaku tidak terekam CCTV sebab imbauan polisi untuk memasang CCTV, tidak diindahkan oleh para pemilik toko emas, termasuk korban Gufron. “Semalam bapak sempat tidak bisa tidur, entah memikirkan apa. Dua hari sebelumnya, memang ada seorang pria yang mencurigakan datang ke toko emas. Dengan berbahasa Indonesia menanyakan dimana ada yang berjualan emas muda. Dan orang-orang pasar ini banyak yang tahu, kalau orang itu sudah dua hari ini keliling dalam pasar,” tutur Yuana.
Aksi pencurian ini, baru diketahui sekitar pukul 08.00 ketika korban mau membuka toko. Saat akan dibuka, ia curiga karena gembok pintu berbeda dan terlihat baru. Kemudian korban mencoba membuka pintu lain yang saat terbuka ternyata mendapati perhiasan emas yang semula dalam brankas sudah tidak ada. Ia pun langsung melaporkan kejadian itu ke petugas Polsek Kepanjen dan Polres Malang.
Zaenal Fahris, Ketua Asosiasi pedagang emas di Pasar Kepanjen mengatakan, ada sekitar 50 toko emas di Pasar Kepanjen, namun baru dua toko emas yang memiliki CCTV. Sedangkan toko emas lainnya, meski sudah sering kali diimbau untuk pasang CCTV, mereka tidak mau.
Fahris juga mengatakan, sistem pengamanan di Pasar Kepanjen masih kurang. Meskipun setiap malam sudah dijaga empat orang security. “Kalau penjagaan saya rasa masih kurang, apalagi petugas keamanan juga sudah sepuh (tua). Padahal kami setiap bulannya juga memberikan iuran sebesar Rp 8000,” tutur Zaenal Fahris, pemilik toko emas Sederhana.
Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Adi Deriyan Jayamarta didampingi Kapolsek Kepanjen dan Kasatreskrim Polres Malang, kemarin langsung turun tangan ke lapangan untuk memimpin proses olah tempat kejadian perkara. Polisi masih menyelidiki dengan mengumpulkan beberapa barang bukti. Termasuk meminta keterngan dari beberapa orang saksi.
“Untuk pelaku masih kami lakukan penyelidikan. Beberapa barang bukti dari hasil olah TKP sudah kami amankan. Selain itu, kami juga akan memeriksa saksi-saksi, semoga hasil pemeriksaan bisa mengarahkan ke pelakunya,” terang Adi Deriyan.
Apakah ada keterkaitan dengan pelaku perampokan di toko emas Bulan Purnama ? Mantan penyidik KPK ini mengatakan pihaknya masih belum tahu. “Namun nanti secepatnya akan kami koordinasikan dengan pihak Polres Malang Kota apakah ada kesamaan pelaku. Namun kalau untuk modus operandi berbeda,” tegas mantan Kapolres Madiun Kota ini.(agp/han)