Kerahkan Empat Tim

Ungkap Perampok Toko Emas
MALANG- Ibarat mengurai benang kusut, anggota Satreskrim Polres Malang Kota dibagi menjadi empat tim untuk mengungkap kasus perampokan di toko emas Bulan Purnama, Jalan Sukarjo Wiryopranoto Malang. Hal ini ditegaskan Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum kemarin. Namun semua petugas yang terlibat dalam pengungkapan perampokan yang menghebohkan kota Malang ini, dikatakannya, masih melakukan penelusuran informasi di lapangan. “Tim dari Polda Jatim juga turun sendiri ke lapangan,” terang mantan Kapolres Trenggalek ini.
Beberapa sumber Malang Post menyatakan empat tim ini memiliki tugas berbeda-beda. Satu tim bertugas untuk memeriksa intensif saksi-saksi yang dianggap sangat mengetahui ciri-ciri pelakunya secara jelas, tim kedua mengembangkan informasi dari hasil penemuan tiga motor Honda Revo yang dibuang pelaku di pinggir sungai Jalan Ranu Grati, Sawojajar, tim ketiga mencari informasi pelaku-pelaku kejahatan spesialis perampok toko emas dan tim keempat melakukan analisa dan evaluasi dari informasi yang masuk.
“Hasil dari rekaman 14 titik CCTV di TKP, ada gambaran pelaku berasal dari kelompok perampok bersenpi yang sekarang juga diburu oleh anggota Polda Jatim. Ada dua pelaku yang teridentifikasi dari ciri fisik. Yakni satu orang bertubuh kurus dan berkulit hitam, sedangkan seorang pelaku lagi bertubuh sedikit besar dengan usia sekitar 40-tahunan. Semua rekaman CCTV juga sudah di-copy oleh anggota Polda Jatim yang mengetahui persis sepak terjang kelompok perampok itu,” ungkap sumber ini.
Menurut dia, ciri-ciri dua pelaku tersebut identik dengan anggota perampok pimpinan Fauzan, warga Desa Sentul, Purwodadi, Pasuruan yang tewas ditembak anggota Ditreskrimum Polda Jatim, akhir tahun lalu. “Dugaan awal memang mengarah ke kelompok ini. Mereka memang masih mencari sasaran dengan berganti-ganti orang, selepas meninggalnya Fauzan. “Ini sudah seperti setingan untuk ngece polisi. Apa contohnya? Mereka sengaja membuang tiga motor di tempat yang memang akan ditemukan polisi,” urai dia.
Sementara itu, untuk mengetahui ciri-ciri secara jelas keenam perampok, hingga kemarin polisi memeriksa 16 saksi. “Sampai hari ini, sudah 16 saksi kita mintai keterangan,” kata Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto, SH, SIK secara singkat kemarin. Jumlah 16 saksi ini merupakan karyawan toko emas Bulan Purnama, juru parkir, pemilik dealer motor hingga warga Jalan Ranu Grati Malang yang mengetahui motor-motor tersebut ditaruh di gubuk dekat makam Mbah Rawi. (mar)