Diduga Jaringan Kelompok Lama

KEPANJEN – Penyelidikan kasus pencurian 1,5 kilogram emas di toko emas Wijaya dalam Pasar Besar Kepanjen, terus dilakukan. Polres Malang yang menangani perkara ini, mengumpulkan keterangan saksi dan bukti baru untuk mengungkap pelaku, termasuk mengaitkannya dengan kawanan pelaku lama.
“Kami masih berupaya untuk mengungkap pelakunya. Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. Semoga hasil pemeriksaan saksi-saksi ini, bisa menjadi petunjuk untuk mengarah ke pelakunya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK.
Saat disinggung apakah kawanan pelakunya merupakan kelompok Ambon, mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini hanya tersenyum. Namun dia mengatakan, bisa saja pelaku yang beraksi di toko emas Wijaya milik Teguh Fron Wijaya, adalah sisa kelompok Ambon yang masih belum tertangkap. Pasalnya, modus pencuriannya sama, dengan sasaran brankas.
“Yang jelas, pelakunya tidak sama dengan pelaku perampokan emas di Kota Malang (toko emas Bulan Purnama), karena modus operandinya berbeda. Sedangkan untuk kelompok Ambon, itu masih sebatas dugaan, karena harus memerlukan pembuktian terlebih dahulu,” tuturnya.
Sekadar diketahui, kelompok Ambon, adalah sebutan dari komplotan pencurian dan perampokan spesialias Brankas. Kelompok ini ditangkap pertengahan November 2013 lalu, oleh aparat kepolisian gabungan di Malang Raya. Enam pelakunya saat itu berhasil dibekuk. Di antaranya Mohammad Kasim Lestaluhu (33), warga Kayu Tinggi, Cakung Timur, Jakarta Timur, Fedro Lestaluhu (40), warga Pondok Gede, Jakarta, Ibrahim Lestaluhu (30), warga Ambon dan Abdul Gani Lestaluhu (48) warga Desa Sanjaya, Kecamatan Citeureup, Cibinong, Bogor. Keempatnya saat itu diperiksa intensif di Polres Malang Kota.
Sedangkan dua tersangka lainnya, Zulkifli, 37 tahun, warga Desa/Kecamatan Batu Merah, Maluku Tengah dan Kristian Rajasa, 38 tahun, warga Gorontalo diperiksa anggota Satreskrim Polres Malang.
Sementara tiga pelaku lainnya berhasil melarikan diri. Sisa pelaku yang kabur itulah, yang diduga masih menebar teror dengan melakukan aksi pencurian di sejumlah tempat. Termasuk mencuri perhiasan emas di toko emas Wijaya dalam Pasar Kepanjen, Sabtu dini hari lalu. Perhiasan seberat sekitar 1,5 kilogram dicuri dengan merusak brankas saat toko sedang tutup.(agp/han)