Peluru Perampok Toko Emas Bulan Purnama Teridentifikasi

MALANG- Polisi berhasil mengidentifikasi selongsong peluru yang ditembakkan perampok saat melakukan aksinya di toko emas Bulan Purnama, Jalan Soekarjo Wiryopranoto Malang Dari penemuan tujuh selongsong peluru tersebut, diketahui enam merupakan kaliber 38 mm dan satu selongsong kaliber 25 mm. “Satunya masih utuh,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto SIK, M.Hum.
Menurutnya, kaliber itu  hasil identifikasi yang dilakukan tim labfor Cabang Surabaya usai melakukan olah tempat kejadian (TKP) dan meneliti tujuh selongsong yang tertinggal di lokasi perampokan. "Itu hasil dar identifikasi labfor,” tegasnya. Namun dia mengaku tim yang dibentuknya, masih bekerja untuk mengungkap senjata api apa yang digunakan para perampok. “Untuk jenis senjata api masih menunggu hasil resmi dari labfor,” pungkasnya.
Seperti diketahui, hanya dalam waktu 10 menit, perhiasan emas seberat enam kilogram dibawa kabur setelah dua pelaku meletuskan beberapa kali tembakan ke arah etalase dan atap toko emas Bulan Purnama, akhir pekan kemarin. Begitu turun dari motor, kelima pelaku langsung masuk ke dalam toko emas tersebut. Sedangkan seorang pelaku menunggu teman-temannya di halaman parkir. Selang beberapa detik kemudian, beberapa kali tembakan terdengar dari dalam toko. 13 karyawan toko emas itu pun.
Sehari pasca perampokan itu, tiga sepeda motor Honda Revo, N 3887 CU, N 2507 CE dan N 4828 AX yang digunakan para pelaku ditinggal di sebuah gubuk pemancingan, 100 meter dari jembatan Jalan Ranu Grati, Sawojajar, Malang. Motor itu diketahui oleh Suyono, salah seorang warga sekitar yang melihat motor-motor di dalam gubuk yang biasa digunakan para pemancing beristirahat, tidak berpindah tempat sama sekali. (mar)