Ngantuk, Nyungsep di Sungai Songsong

Petugas melakukan olah TKP, untuk mengetahui penyebab kecelakaan di Sungai Songsong.
 
SINGOSARI- Kecelakaan tunggal, dini hari kemarin merenggut nyawa M Isnaini, warga Jalan Sunangiri RT 2 RW 3 Gresik. Pria berusia 26 tahun ini, tewas seketika di lokasi kejadian setelah sepeda motor Honda Supra X Nopol W 2514 MS, terjun bebas di sungai Songsong sedalam empat meter, yang terletak di Jalan Ardimulyo, Singosari.
“Kasus kecelakaan tersebut, sudah kami tangani. Motor korban, sudah kami amankan di Pos Lantas Singosari. Saat ini kasus kecelakaan tersebut, sedang kami selidiki,“ ujar Kepala Pos Lantas Singosari AKP Made Suwardhana Kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa kecelakaan maut tersebut terjadi di KM 75-76 (Malang-Surabaya). Korban diketahui berangkat dari rumahnya di Kabupaten Gresik, Minggu (9/2) sekitar pukul 20.00 wib. Korban berangkat ke Malang, bertujuan untuk mejalani seleksi pemanggilan kerja sebuah perusahaan travel, pada hari ini.
“Kontak terakhir korban dengan keluarganya sekitar pukul 22.00 wib. Saat itu, korban memberitahukan bahwa masih di Porong, untuk berteduh,“ kata Made.
Lanjutnya, keluarga korban kemudian menghubungi kembali sekitar pukul 24.00, tetapi tidak bisa. Karena saat dihubungi, HP milik korban dalam keadaan mati.
Kemudian, korban diketahui sudah tewas, saat ditemukan pertama kali oleh Edi Suprapto, saat mencari rumput di Sungai Songsong, sekitar pukul 06.00 wib. Dia kaget dengan adanya sosok mayat tersebut, memberitahukan kejadian itu ke tukang ojek. Kemudian diteruskan kepada Briptu Eko, saat mengatur lalu lintas di jalan itu.
“Saat pertama kali ditemukan, tubuh korban dalam keadaan telungkup menggunakan jas hujan. Disampingya, tergelatak sepeda motor Honda Supra X bernopol W 2514 MS,“ kata perwira pertama dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Korban tewas dengan luka yang cukup parah. Diantaranya rahang lepas, patah tulang kaki kanan, dan tulang paha kiri lepas. Saat ditemukan, korban menggunakan hem motif kotak-kota dan celana panjang berwarna abu-abu.
“Tubuh korban dan sepeda motornya, lantas kami evakuasi. Kemudian jenazah korban kami bawa ke Kamar Mayat RSSA Kota Malang untuk dilakukan visum,“ kata dia. Sedangkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, petugas menduga bahwa korban dalam kondisi mengantuk saat mengemudikan kendaraanya.
“Tidak ada bekas tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Sedangkan terkait luka-luka itu, murni akibat kecelakaan dan benturan, saat terjun bebas ke sungai,“ tutupnya. (big/aim)