Perampok Emas Sembunyi di Sawojajar

MALANG - Hingga empat hari pasca perampokan di toko emas Bulan Purnama, Jalan Sukarjo Wiryopranoto Malang, polisi masih belum menemukan titik terang siapa pelakunya.
Meski sederet informasi berharga, sudah diperoleh, namun belum mengarah kepada kelompok penjahat mana yang patut dicurigai. Tersiar kabar, beberapa petugas tim khusus sedang mengobok-obok daerah Sawojajar, usai ditemukan tiga motor milik pelaku di dekat sungai, jembatan Jalan Ranu Grati, Sawojajar, Malang.  Daerah yang menjadi pemantauan khusus polisi ini, mulai dari Jalan Ranu Grati Malang hingga Jalan Danau Sentani Malang.
‘’Kami berkeyakinan, dengan penemuan motor di sungai jembatan Jalan Ranu Grati, pelaku tinggal tidak jauh dari tempat tersebut. Paling tidak, dia paham sekali dimana membuang motor, dan jalan-jalan yang akan dilaluinya setelah itu,’’ ungkap salah satu sumber Malang Post di Polres Malang Kota.
Selain itu, informasi yang masuk ke korps berbaju coklat ini, beberapa sopir travel sudah saling memberikan peringatan kepada persewaan mobil untuk tidak melayani penumpang drop-dropan dari Sawojajar.
‘’Kami masih melakukan penelusuran terkait peringatan antar sopir travel atau persewaan mobil ini. Sejak Sabtu (11/2) atau dua hari setelah kejadian perampokan, beberapa sopir travel memang meminta teman-teman seprofesinya untuk meningkatkan kewaspadaan terkait penumpang berjumlah empat hingga enam orang laki-laki yang menyewa mobil dari Sawojajar menuju Bandara Juanda,’’ urai sumber yang minta identitasnya dirahasiakan tersebut. Buntut dari banyaknya mobil sewaan yang akhirnya dibuat untuk melakukan kejahatan, beberapa sopir travel di Malang mengaku takut untuk bekerja.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Arief Kristanto, SH, SIK mengakui, hingga semalam masih belum menemukan titik terang siapa enam perampok bersenjata api tersebut. ‘’Kita masih berupaya untuk mengungkapnya,’’ papar dia.
Disinggung tentang  jenis senjata api yang digunakan pelaku, mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini mengaku belum mendapat laporan resmi dari Labfor Cabang Surabaya, meskipun tujuh selongsong peluru yang ditemukan di TKP, diketahui enam selongsong kaliber 38 mm dan satu selongsong kaliber 25 mm.
Di beberapa situs web, peluru kaliber 38 mm lebih banyak digunakan untuk pistol Glock sedangkan kaliber 25 mm dipakai pada pistol rakitan.
Pistol Glock adalah pistol terbaik yang pernah dibuat di dunia dan juga paling banyak terjual. Banyak agen – agen penegak hukum dan militer di dunia yang memakainya, termasuk Indonesia karena bentuknya stylish namun tidak mengurangi keakuratan, kecepatan dan kekuatan pistol ini. Di Indonesia, pistol ini lebih banyak digunakan pada pasukan militer serta Polri sendiri. (mar)