Suami Cuci Darah, Minggat Bawa Harta

Siti Maisaroh ketika masih bersama Siradj

Warga Turen Dilaporkan ke Polda
MALANG - Seorang warga Turen, Siti Maisaroh, 38 tahun, dilaporkan ke Polda Jatim oleh suaminya sendiri, HM Siradj,  karena membawa lari harta milik suaminya. Atas perbuatan istrinya tersebut, Siradj mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 2,5 miliar. Harta yang dibawa lari  Siti Maisaroh antara lain, sertifikat apartemen Waterpark di Surabaya, deposito, tabungan dan uang tunai sekitar Rp 400 juta.
‘’Dia pergi begitu saja sambil membawa harta saya. Saya sudah lama menunggu dengan harapan dia mau kembali, tapi ternyata tidak ada itikad baik, maka terpaksa saya laporkan ke polisi,’’ kata Siradj kemarin.
Siradj tidak bisa menyembunyikan rasa kecewa terhadap istrinya tersebut, karena dia pergi saat dia sedang sakit keras dan harus cuci darah.  Kasusnya bermula ketika suatu pagi Siti pamit, katanya mau mengambil uang Rp 400 juta di bank untuk keperluan pengobatan penyakit suaminya.  Sebagai seorang penderita gagal ginjal, Siradj memang harus cuci darah secara rutin dengan biaya yang tidak sedikit.
‘’Saya izinkan, karena dia memang mau mengambil uang untuk keperluan pengobatan saya,’’ ujar pria yang sekarang dirawat di RSI Wonokromo Surabaya tersebut.
Biasanya kalau pergi, Siti tidak terlalu lama, tapi hari itu ditunggu cukup lama tidak juga datang. Sampai sore hari suaminya menunggu, dia belum datang. Siradj semakin gelisah karena dia kehilangan kontak dengan istrinya, HP-nya tidak bisa dihubungi. Dalam keadaan lemah, dia memeriksa barang berharga miliknya. Ternyata istrinya sudah membawa lari barang-barang berharga tersebut. Diantaranya, sertifikat apartemen, sertifikat rumah, mobil Honda Brio L 1834 FJ, deposito, tabungan, surat nikah dan kartu keluarga  mereka berdua juga dibawa. Keesokan harinya dia melaporkan masalah ini ke pihak bank dan memang benar ada penarikan uang sejumlah Rp 400 juta oleh istrinya. Ketika dia minta agar rekening tersebut diblokir – dengan harapan sisanya bisa diselamatkan - pihak bank menolak karena rekening tersebut atas nama istrinya.
Dia mengakui, beberapa surat berharga seperti sertifikat memang atas nama istrinya, karena saat membeli dia tidak berfikir kalau istrinya akan menipunya. Ketika diminta hartanya diatasnamakan istrinya, dia menyetujui tanpa kecurigaan, karena selama hubungan keduanya baik-baik saja. Sebagai pensiunan sebuah perusahaan swasta ternama, dia mendapat pensiun yang lumayan besar, belum lagi tabungannya selama bekerja. Secara materi keluarga ini hidup berkecukupan.
Tapi beberapa tahun ini kesehatan Siradj menurun karena dia menderita gagal ginjal dan harus cuci darah secara rutin. Dia mengakui hartanya terkuras untuk membiayai pengobatan penyakitnya itu, meskipun sebenarnya sisanya masih banyak. Meskipun kasusnya sudah dilaporkan ke polisi, dia masih berharap istrinya mau kembali kepadanya, karena dia masih membutuhkan. ‘’Kalau memang dia mau mengambil harta saya, biar saja, tapi saya minta uang saya dikembalikan. Uang itu sangat saya butuhkan untuk biaya pengobatan, karena saya harus menjalani operasi jantung, selain cuci darah,’’ terangnya.  (taf/aim)