Hajar Istri Hingga Tewas, Pria Ini Mengaku Lega

MALANG POST - Tak nampak ada penyesalan pada wajah Suwoto (60), petani asal Desa Kabukan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban. Padahal dia baru saja menghajar istrinya hingga tewas dengan kondisi luka parah dan tergeletak bersimbah darah di lantai dapur rumahnya.
Dari pengakuan pria yang telah dua kali menikah tersebut, ia justru merasa puas setelah membunuh Manisah (57), istrinya. Sebab dia sudah sangat kesal dan marah dengan korban karena selalu marah dan mengungkit-ngungkit tentang orang tuanya. "Lega rasanya, karena dia selalu marah-marah. Yang paling saya tidak terima dia ngungkit-ngungkit orang tua saya yang sudah meninggal katanya disuruh menggali," ujar Suwoto, saat berada dilakukan pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Sat Reskrim Polres Tuban, kemarin.
Selain itu, bapak tiga anak tersebut menyatakan jika dia sudah kesal dengan istrinya yang tewas setelah dikepruk dengan menggunakan alu itu, lantaran sering membandingkan masalah perekonomian dengan tetangga sekitar. "Saya ini sudah tua, tapi mesti dibanding-bandingkan dengan tetangga. Dia sering marah-marah kalau iri dengan tetangga," papar Suwoto.
Suwoto menjelaskan bahwa dirinya memukul istrinya tersebut saat sedang berada di dapur rumahnya setelah mereka sempat adu mulut. Kemudian ia mengambil alu (kayu yang biasa digunakan menumbuk kopi) dan memukul kelapa korban sebanyak dua kali. "Setelah saya pukul ya langsung jatuh. Yang paling saya tidak terima itu dia mengungkit-ngungkit orang tua saya, kalau masalah yang lain masih bisa saya terima," tuturnya.
Sementara itu, dalam kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) itu Suwoto telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal 44 ayat 3 Undang-undang RI nomer 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDR). "Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara. Saat ini pelaku sudah ditahan di Mapolres Tuban untuk proses hukum lebih lanjut," terang AKP Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban. (jpnn/udi)