Bocah SD Tewas di Depan Rumah

BAWA PETAKA: Petugas Satlantas Polres Malang Kota, memeriksa truk bermuatan galon air mineral yang melahap maut di kawasan Bandulan, Selasa (11/2) siang.

MALANG - Maut bisa mengintai kapanpun dan dimanapun, bahkan hanya berjarak sejengkal dari rumah kita. Nasib nahas itulah yang dialami bocah delapan tahun, Azzar Daffa Ardiasnyah, yang meregang nyawa persis di depan rumahnya, Jalan Jupri, kawasan Bandulan, Selasa (11/2) siang kemarin.
Malang tak bisa dihindari, baru saja keluar dari rumahnya yang berada persis di tepi jalan, tubuh siswa kelas III SDN Tanjungrejo 3 itu langsung remuk terlindas truk bermuatan galon air mineral, yang melaju dengan kecepatan sedang dari turunan arah timur menuju barat. Daffa yang saat itu menaiki sepeda kayuhnya, tak bisa menyelamatkan diri begitu terjerembab di kolong truk warna merah bernopol N 9101 UG tersebut.
Wariman, salah satu saksi mata kejadian, mengungkapkan jika peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 14.15 WIB itu berlangsung sangat cepat. “Anak itu naik sepeda pancal turun langsung dai rumah. Tapi, dia terjatuh ke jalan saat truk juga dalam posisi jalan menurun. Jatuhnya menghadap ke utara, dan langsung terlindas ban bagian belakang truk,” tutur pria paro baya yang bekerja sebagai tukang becak itu.
Kejadian itu otomatis menarik perhatian warga sekitar. Mengetahui ada korban, warga langsung melapor ke Polsek Sukun. Demi alasan keamanan, sopir truk, yang diketahui bernama Basuki, asal Jalan Flamboyan Pakisaji, langsung diamankan ke kantor polisi. Warga yang naik pitam hampir saja main hakim sendiri, jika polisi tak segera tiba di lokasi kejadian.
Suasana duka pun tergambar jelas di kediaman korban. Ibu Daffa, Lilis Handayani tak henti-hentinya mengucurkan air mata. Ibu muda itu seolah belum percaya, anak semata wayangnya pergi begitu cepat di saat tiga bulan lagi merayakan ulang tahunnya yang ke-9. Keluarga merasa tak ada firasat apapun jelang berpulangnya bocah kelahiran 7 Mei 2005 yang dikenal aktif dan gemar bermain sepakbola itu.
Darsono, paman korban, menjelaskan, sesaat sebelum kejadian tragis itu, korban pamit fotocopy tak jauh dari rumahnya. Selama ini, putra Muhammad Ali tersebut memang biasa pergi ke sekitar Bandulan menaiki sepedanya. “Tadi (kemarin) pamit ke neneknya. Bilang mau fotocopy di dekat Kantor Kelurahan Tanjungrejo. Setelah minta uang fotocopy, langsung berangkat,” papar pria 49 tahun itu kepada Malang Post.
Sementara itu, pihak Satlantas Polres Malang Kota, sejauh ini belum bisa menetapkan tersangka kasus kecelakaan yang merenggut korban jiwa ini. Petugas masih mengumpulkan keterangan saksi dan mengintrograsi sopir truk yang menewaskan sang bocah. “Sekarang masih diproses. Sopir masih diamankan untuk dimintai keterangan. Kita masih menggali informasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” terang Kanit Laka Lantas Polres Malang Kota, Ipda Rudy Hidajanto. (tom-MP)