Polisi Panggil Direksi PG Kebonagung

MALANG – Kendati sudah ada pernyataan dari pihak keluarga yang menerima kematian keempat korban, penyidikan kasus kematian empat pekerja CV Dinarta yang meninggal dunia saat membersihkan sisa gula di PG Kebonagung, masih berlanjut.
Jumat (14/2) besok penyidik Satreskrim Polres Malang, akan memanggil salah satu Direksi PG Kebonagung, untuk dimintai keterangan. Pernyataan itu disampaikan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK, kemarin siang. “Surat pemanggilan baru saja saya tandatangani. Yang bersangkutan berinisial DT, akan kami panggil untuk diperiksa pada hari Jumat sebagai saksi,” ungkap Aldy.
Pemeriksaan DT ini, terkait prosedur lelang tender pembersihan sisa gula yang dilakukan setiap selesai musim giling. Termasuk proses lelang tender hingga dimenangkan oleh CV Dinarta Kediri. “Kami hanya ingin mengetahui bagaimana prosedurnya,” ujarnya.
Usai pemeriksaan Direksi PG Kebonagung ini, penyidik Satreskrim Polres Malang akan meminta pendapat dari saksi ahli pidana. “Apakah kasus yang menewaskan empat pekerja itu bisa diproses hukum atau tidak. Sekaligus untuk mengetahui siapa yang nantinya bakal menjadi tersangka dalam kasus itu,” tuturnya.
Seperti diketahui, akhir tahun kemarin empat pekerja CV Dinarta meninggal dunia saat membersihkan sisa gula di PG Kebonagung. Mereka meninggal karena kehabisan oksigen, saat berada di dalam palung pendingin (tandon saringan gula setelah dimasak). Keempat korban yaitu Pujianto, 30 tahun, Mujiono, 28 tahun, Harianto, 33 tahun serta Armi Uspahadi, 25 tahun, semuanya warga Desa/Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.(agp/aim)