Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Lagi, Puluhan Mahasiswa ITN Diperiksa

MALANG – Penyidikan kasus kematian mahasiswa ITN, Fikri Dolasmantya Surya  masih terus berlanjut. Sekalipun sebelumnya polisi sudah menetapkan empat orang tersangka dalam perkara ini. Kemarin, 45 mahasiswa angkatan 2013 dipanggil penyidik Reskrim Polres Malang untuk kembali dimintai keterangan sebagai saksi.
Mereka datang ke Polres Malang secara rombongan sekitar pukul 10.25 dengan naik kendaraan bus warna putih milik ITN. Begitu tiba, para mahasiswa jurusan Planologi yang merupakan satu angkatan dengan korban Fikri ini, langsung diperiksa secara bergantian.
Selama menunggu giliran pemeriksaan, para mahasiswa ini menunggu di ruang piket Reskrim 7.0 dan taman Setya Sulaeman depan ruang Satreskrim. Hanya saja, saat dikonfirmasi apa alasan dipanggil lagi, mereka lebih banyak diam dan menjawab tidak tahu sembari main handphone. “Saya tahu mas,” kata beberapa mahasiswa kepada Malang Post
Hanya, yang menjadi pertanyaan, kehadiran mereka sebagai saksi ini justru didampingi oleh kuasa hukum ITN Malang sekaligus pengacara keempat tersangka. Yaitu Endarto Budhi Walujo SH serta Johny Hehakaya SH dan seorang asistennya Ficky Retno Syahputro.
“Kami hanya diminta untuk mendampingi mereka. Kedatangan mereka ini sesuai surat panggilan yang dikirimkan hari Senin lalu. Sebetulnya yang dipanggil 47 mahasiswa, namun yang datang hari ini 45 mahasiswa,” ujar Endarto.
Semua yang dipanggil itu, lanjut Endarto, adalah mahasiswa angkatan 2013 jurusan Planologi. Setelah 45 mahasiswa ini, hari ini ada 47 mahasiswa lainnya yang akan diperiksa. “Pemanggilan pemeriksaan soal apa saya tidak tahu, karena yang bisa menjawab adalah penyidik. Yang jelas, besok (hari ini, red) masih ada pemeriksaan mahasiswa lagi,” tuturnya.
Apakah pemeriksaan mereka terkait permintaan tambahan saksi meringankan ? Endarto mengaku tidak tahu. Namun sebagian dari mereka diakui memang ada yang merupakan saksi meringankan untuk keempat tersangka kasus ini. “Sebelumnya kami sudah mengajukan 50 orang saksi meringankan, yang tediri mahasiswa baru dan panitia. Mereka adalah yang mengetahui bahwa Fikri mendapat fasilitas minum dan istirahat lebih saat kegiatan kemah bakti desa (KBD) di Pantai Goa Cina dan mengetahui bahwa penanganan Fikri sudah sesuai prosedur,” paparnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap 45 mahasiswa baru ini untuk pemeriksaan tambahan. Ada keterangan dan pertanyaan tambahan yang harus dilengkapi sebelum berkas kasus ospek maut itu dilimpahkan ke Kejaksaan, Minggu depan.
“Kami ingin tahu apakah mereka mau menyampaikan tambahan keterangan, atau ada keterangan mereka yang dirubah. Kalau ada keterangan yang dirubah, maka keterangan mereka sebelumnya berarti bohong,” jelas Aldy.
Apakah berkaitan dengan permintaan para tersangka yang meminta saksi meringankan ? Mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini, mengatakan bahwa pengajuan saksi meringankan adalah hak tersangka. Namun pemeriksaan saksi-saksi ini adalah untuk melengkapi berkas.“Dari pemeriksaan tambahan saksi-saksi ini, juga tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus kematian Fikri. Tetapi nanti akan kami lihat dulu hasil pemeriksaannya,” tandasnya.(agp/nug)

Please publish modules in offcanvas position.