Warga Karang Besuki Dibui

MALANG -Teknologi jika tak digunakan dengan bijaksana, bisa berbalik menjadi petaka. Hal ini menimpa pria berinisial DA (49 tahun) warga Jalan Raya Candi 3 Sukun Karang Besuki. Akibat hobi bermain internet, DA harus rela masuk bui.
Tak sembarang situs internet yang diakses oleh DA. Pria ini mengakses situs togel Singapura, kemudian menjadi bandar kecil-kecilan. Awalnya, DA iseng menyentuh teknologi dunia maya itu.
“Saya kemudian masuk ke situs togel, awalnya pasang nomor sendiri, kemudian lama-lama cari pemasang lain,” akunya di Markas Polres Malang Kota, kemarin.
Secara terang-terang, DA mengakui bahwa togel online miliknya, berkiblat judi Singapura. Dia sendiri ditangkap di rumah saat menunggu hasil judi. Di rumahnya didapati satu unit komputer,  uang tunai Rp 340 rb, kartu atm dan key BCA.
“Sistem operasi masukan ke internet nomer togel pesanan dan dirinya sendiri,” imbuh Kabag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan.
Kata Dwiko, DA beroperasi pada Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu. Dia dikenai pasal 303 KUHP dengan maksimal hukuman 10 tahun.“Minimal pasang lewat DA ini Rp 50 ribu, dengan operasional jam 12.00- 16.00 ,” imbuhnya.
Penangkapan DA ini berawal dari laporan masyarakat. Kemudian Kepolisian turun ke lokasi pada 2 Februari 2014 sekitar jam 18.00. DA tak berkutik ketika diamankan oleh petugas.“Dia sejak tahun 2013 pertengahan memulai bisnis ini,” katanya.
Sehari-hari untuk mengelabui masyarakat, dia kerja sebagai makelar berbagai hal. Untuk bisnis togelnya, omzet perbukaan Rp 200 ribu. Sebab bisnisnya memang dimulai dari iseng tapi menghasilkan.“Ya memang awalnya dari hobi ngenet dan liat iklan judi togel, kemudian niat bisnisnya jalan,” tandas Dwiko.(ary/nug)