Sulit Dapat Pekerjaan, Pilih Bisnis Ganja

PENGEDAR : AG tersangka pengedar ganja bersama barang bukti di Markas Polres Malang Kota, kemarin.

MALANG - Peredaran narkotika dan obat terlarang di Kota Malang masih mengkhawatirkan. Buktinya, Polres Malang Kota berhasil membekuk salah satu tersangka pemakai narkoba jenis ganja. Pemuda berinisial AG ini dibekuk bersama tiga pot ganja di kamarnya.
AG (24 tahun) berasal dari Nusa Tenggara Barat memilih menjadi pengedar ganja. Dia lulusan salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang tengah mencari kerja. Lantaran tak kunjung mendapatkan kerja, jalur pendek ditempuh pria ini.
Pada tanggal 3 Februari 2014, petualangan AG dalam bisnis ganja berakhir. Polisi menggerebek rumah kosnya di kawasan Bendungan Sigura-gura blok 1. Yang mengejutkan, Polisi juga menemukan tiga pot tanaman ganja di kamar tersangka.
“Sudah memakai selama enam bulan ini, selesai makai, sisa batang dan biji saya lempar ke pot,” aku AG.
AG rupanya tak sekedar membuang biji gaja, dia juga merawatnya. Seolah seperti tanaman hias, biji ganja itu rutin dia sirami. Hasilnya tumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan.“Di kamarnya juga kita dapati ganja kering siap edar sebanyak enam poket dan empat linting ganja seberat 33 gram,” ujar Kabag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan.
Untuk AG ini, pihak  kepolisian masih dianggap sebagai pengguna. Namun polisi juga mendalami perannya sebagai pengedar di dalam penyidikan. Pasal yang diterapkan adalah pasal 111 ayat 1 uu nomer 35 tahun 2009 maksimal 12 tahun minimal 4 tahun.“Pengakuannya mendapat ganja dari seseorang DPO, sistem ranjau pesan dari ponsel diambil di Jalan Sukarno Hatta, satu ons senilai Rp 1 juta dan beberapa sudah dipakai,” urainya.
Dalam transaksi, AG mengirim uang melalui kurir. Dia sendiri sudah mengenal ganja sejak tahun 2007 silam. Menurutnya pengaruh ganja telah ada sejak bangku SMA, dari temannya.(ary/nug)