Cabuli 4 Bocah, Rumah Rohaniawan Dirusak Warga

MALANG – Suasana tenang di Dusun Krajan, Desa Pandanlandung Kecamatan Wagir, Rabu malam lalu berubah mencekam. Puluhan warga yang terpancing emosi, beramai-ramai merusak rumah Yafed Agus, 55 tahun warga sekitar. Bahkan, warga juga berusaha menghakimi Yafed, yang sudah diamankan polisi.
Amarah warga memuncak, setelah mengetahui Yafed yang selama ini dikenal warga sebagai rohaniawan mencabuli anak-anak tetangganya. Ada empat anak yang telah dicabulinya. Namun baru dua korban yang berani melaporkan ke petugas Polres Malang. Sebut saja namanya Bunga, 6 tahun dan Mawar, 7 tahun.
“Dari keterangan yang kami peroleh, korban ada empat anak. Tetapi yang melapor dan sudah kami mintai keterangan baru dua korban. Keduanya juga sudah kami mintakan visum. Sementara untuk tersangka, sudah kami amankan meski yang bersangkutan tidak mengakui perbuatannya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK.
Perbuatan bejat Yafed ini dilakukan pada Desember 2013 dan awal Februari lalu, di dalam rumahnya siang hari, ketika istri serta anaknya tidak ada di rumah. Anak-anak seusia korban, selama ini memang kerap bermain ke rumah Yafed. Warga serta orang tua korban tidak ada yang curiga, karena selama sekitar lima tahun tinggal di kampung, Yafed dikenal baik dan supel terhadap masyarakat.
“Kesehariannya sangat baik dan bermasyarakat. Bahkan meski pendeta, tetapi dia tidak melihatkan kalau sebagai pendeta. Ketika diundang tahlilan warga, dia juga datang memakai sarung,” tutur Ketua RT 15 RW 03, Edi Prayitno.
Saat korban berada di dalam rumahnya, Yafed lalu mengajak para korban untuk nonton film porno di HP android. Sembari nonton film biru itu, jari tersangka dimasukkan ke dalam (maaf) kemaluan korban. Setelahnya, saat diminta mandi, korban juga disuruh memasukkan selang air ke dalam alat vitalnya. Kejadian itu oleh tersangka diabadikan lewat HP. Setelah puas, korban diminta pulang dan diberi uang Rp 2 ribu.
“Dari pengakuan anak saya, memang mengaku dimasuki jari tersangka saat diajak nonton film porno,” ujar salah satu orangtua korban kepada Malang Post saat ditemui di Polres Malang.
Terungkapnya kejadian bejat Yafed ini, berawal dari curhat para korban kepada Wiwik, guru les yang rumahnya bersebelahan dengan rumah tersangka Yafed. Mereka mengatakan baru saja diajak nonton film porno oleh Yafed. Para korban saat ditanya juga menceritakan apa yang dialaminya.
Karena merasa kejadian itu aib, Wiwik lalu memberitahukan kepada orang tua para korban. Untuk memastikan kebenarannya, orang tua korban lalu memeriksakan ke mantri setempat dan dibenarkan ada iritasi di kemaluan korban. Akhirnya karena tidak terima, orang tua korban lalu melaporkan ke petugas Polres Malang.
“Yafed ini, merupakan pendatang dan baru sekitar lima tahun tinggal di kampung ini. Dia tinggal bersama istri kedua serta anak tirinya. Warga semalam (Rabu malam, red)) memang spontanitas marah dengan merusak rumahnya,” lanjut Edi. (agp/aim)