Dibekuk,Dua DPO Curanmor

Tersangka WW dan PY digiring Polisi dari tahanan Polres Malang Kota, kemarin.

MALANG-Satuan Reskrim Polres Malang Kota berhasil membekuk dua DPO percobaan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kedua tersangka atas nama Paryudi alias PY alias Tohu (25 tahun) wiraswasta asal Dusun Banjarsari Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Serta rekannya bernama Wawan alias WW (25 tahun) buruh tani asal Desa Sindurejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang.
Keduanya tersangkut dalam percobaan pencurian sepeda motor di Warnet Evergreen Ruko Soekarno Hatta Indah Kota Malang  pada 8 Januari 2014 lalu. Percobaan pencurian itu melibatkan dua kawanan lainnya. Yakni dua tersangka yang telah diamankan Polsek Lowokwaru atas nama Rico dan Sudarmaji.
Rico dan Sudarmaji juga tercatat sebagai warga Sindurejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Dalam kasus ini, hanya Rico seorang yang diketahui malang melintang dalam dunia curanmor. Rico berperan sebagai pemetik.
“Keempat orang ini sedang menuju rumah kerabat WW di Sukarno Hatta pada 8 Januari,” ujar Kabag Humas Polres Malang Kota AKP Dwiko Gunawan, kemarin.
Bukannya langsung ke kerabat di Sukarno Hatta, kawanan dari Gedangan itu justru berhenti di Warnet Evergreen. Mereka melihat satu sepeda motor Vixion merah tengah diparkir. Kawanan ini kemudian berhenti untuk mengatur strategi.
“Aksi dilakukan saat gerimis, Rico bertugas sebagai pemetik, tugasnya menyalakan sepeda motor,” imbuh Dwiko.
Rico berhasil menyalakan sepeda motor dan kemudian turun untuk kembali ke kawanan. Baru saja kakinya menginjak tanah, tiba-tiba ada teriakan maling. Kontan pemuda ini kabur, ketiga temannya juga kalang kabut kemudian kabur.
“Rico ditangkap warga kemudian dibawa ke Polsek Lowokwaru,” katanya.
Keesokan harinya, Polsek Lowokwaru mengamankan Sudarmaji. Sedangkan kedua DPO lainnya, ditangkap oleh Satreskrim Polres Malang pada 4 Februari 2014 pukul 22.00 di kawasan Dinoyo.
Anehnya, di hadapan Polisi, PY dan WW mengaku baru mengenal Rico. Padahal mereka adalah warga satu kampung. Keduanya juga mengaku, belum pernah melakukan pencurian sepeda motor sebelumnya. “PY dan WW mengaku baru kenal Rico sebulan, saat pencurian mereka  boncengan untuk menunggu aksi Rico. Terhadap PY dan WW kita terapkan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” tandas Dwiko.(ary/nug)