Direktur PG Kebonagung Dimintai Keterangan

MALANG – Penyidikan kasus kematian empat pekerja CV Dinarta yang meninggal dunia saat membersihkan sisa gula di PG Kebonagung, akhir tahun 2013 lalu terus berlanjut. Kemarin, penyidik memanggil Direktur PG Kebonagung Didid Taurisianto untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
Kedatangan Didid di ruang penyidikan Satreskrim Polres Malang ini, berdasarkan surat panggilan yang dilayangkan Rabu (12/2) lalu. Didid datang sekitar pukul 09.00 dan langsung menjalani pemeriksaan di ruang Idik III Reskrim. Pemeriksaan berlangsung cepat, hanya sekitar 2 jam.
“Pemeriksaannya tidak lama karena pertanyaannya simple. Hanya ada sekitar 15 pertanyaan saja, dan tadi selesai sekitar pukul 11.00,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Muhammad Aldy Sulaeman.
Pertanyaan yang dilontarkan hanya terkait prosedur lelang tender pembersihan sisa gula yang dilakukan setiap selesai musim giling. Termasuk proses lelang tender hingga dimenangkan oleh CV Dinarta Kediri. “CV Dinarta Kediri, menang tender karena melakukan penawaran tertinggi,” katanya.
Usai pemeriksaan Direktur PG Kebonagung, penyidik Satreskrim Polres Malang akan mengundang saksi ahli pidana, untuk dimintai pendapat terkait kasus kecelakaan kerja ini. Apakah kasus itu bisa diproses hukum atau tidak, sekaligus untuk mengetahui siapa yang harus dijadikan sebagai tersangka dalam kasus itu. “Tetapi untuk penetapan tersangkanya, akan ditentukan dari hasil gelar perkara,” tambahnya.
Seperti diketahui, akhir tahun kemarin empat pekerja CV Dinarta meninggal dunia saat membersihkan sisa gula di PG Kebonagung. Mereka meninggal karena kehabisan oksigen, saat berada di dalam palung pendingin (tandon saringan gula setelah dimasak). Keempat korban yaitu Pujianto, 30 tahun, Mujiono, 28 tahun, Harianto, 33 tahun serta Armi Uspahadi, 25 tahun, semuanya warga Desa/Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Pasca kejadian kecelakaan itu, pihak PG Kebonagung mengatakan sudah menyantuni pihak keluarga korban. Bahkan, akan membiayai sekolah anak serta adik para korban. Santunan kepada setiap korban, nilainya pun lumayan cukup besar dan perwakilan dari empat keluarga korban juga sudah mendatangi Polres Malang, meminta penyidikan kasusnya dihentikan.(agp/han)