Bekal Naik Haji Digasak Rampok

Petugas memeriksa dan meminta keterangan korban Abdul Jamil, usai dirampok di rumahnya.

BULULAWANG- Aksi perampokan semakin merajalela di Kabupaten Malang. Selasa (18/2) dini hari kemarin, kawanan perampok menyerbu rumah rumah Abdul Jamil, 56 tahun, di Dusun Sidomulyo RT 22 RW 09 Desa Pringu, Kecamatan Bululawang. Pria yang bekerja sebagai petani itu harus kehilangan harta bendanya sekitar Rp 30 juta.
Uang tunai senilai Rp 23,5 juta yang dibawa rampok, sedianya untuk bekal naik haji tahun ini. Para pelaku juga menggasak sejumlah barang berharga lainnya, perhiasan emas berupa gelang serta cincin seberat total 10 gram dan dua buah HP.
Pelaku perampok yang diketahui berjumlah lima orang tersebut, termasuk nekat dan berani. Buktinya, seluruh pelaku tidak menggunakan penutup kepala saat menjalankan aksinya. Saat mengancam, mereka menggunakan belati, parang, dan buding yang dihunuskan kearah korban.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dengan memintai keterangan dari para saksi maupun warga sekitar,” ujar Kapolsek Bululawang Kompol A Napitupulu kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, perampokan tersebut terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban sedang tidur bersama istrinya yakni Suwati, 40 tahun. Selain keduanya, di dalam rumah saat itu juga terdapat dua cucu mereka, yakni Fais Robbani, lima tahun dan Nahdatul Anjar, sembilan tahun yang juga sedang tidur.
Mulanya, korban terbangun dan curiga, setelah ada suara gaduh yang berasal dari dapur belakang. Jamil langsung membangunkan istrinya, menanyakan apakah pintu dapur sudah terkunci apa belum. Dia pun berinisatif beranjak dari tempat tidurnya, menuju ke dapur asal suara gaduh itu untuk mengeceknya. Alangkah kagetnya korban melihat sudah ada lima orang yang ia tak kenali.
“Saya langsung diancam menggunakan parang. Kemudian, salah seorang pelaku, mengikat kaki tangan saya menggunakan kain. Sedangkan mulut saya, juga disumpal menggunakan kain,” kata Jamil saat ditemui di kediamannya.
Dua cucunya yang masih kecil-kecil, terlihat syok dan hanya bisa berdiam diri, lantaran ketakutan dengan peristiwa tersebut. “Cucu saya masih kecil-kecil, ya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya diam saja,” tuturnya
Dijelaskannya, dirinya diancam oleh pelaku menggunakan bahasa Jawa, namun logat pengucapannya seperti dari Madura. “Jangan teriak! Kalau teriak, saya bunuh nanti,” ucap korban, menirukan ancaman pelaku. Pelaku lainnya, juga mengancam istrinya dan menyuruhnya untuk menunjukan tempat dimana uang maupun perhiasan di simpan.
Karena ketakutan, Suwati terpaksa menunjukan lemari di dekat ruang tengah, tempat menyimpan uang dan perhiasan. “Saat itu saya sangat takut. Saya bilang jangan bunuh kami, silahkan mengambil BPKB maupun kendaraan truk,” kata Suwati. Kendati demikian, para pelaku hanya mengambil uang tunai dan perhiasan..
Puas menggasak barang berharga milik korban, para pelaku kemudian ngacir lewat pintu dapur yang terletak di belakang. Usai kejadian, korban dibantu warga sekitar, melaporkan peristiwa tersebut ke kepala dusun yang diteruskan ke Polsek Bululawang.
“Total kerugiannya, sebesar Rp 30 juta. Uang tersebut, saya peroleh hasil penjualan panen padi dan tebu. Rencananya, uang itu saya buat untuk bekal naik haji tahun ini,” ujarnya lirih. (big/aim)