Wanita Muda Jadi Korban Mutilasi

Petugas ketika mengevakuasi jenazah korban dalam karung, dengan memasang garis police line.

SUMBERPUCUNG – Sesosok mayat wanita tanpa identitas alias Mrs X ditemukan di bendungan Dusun Ngrancah, Desa Senggreng Kecamatan Sumberpucung. Mayat wanita yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun itu, diduga menjadi korban pembunuhan mutilasi.
Saat ditemukan tubuh mayat wanita itu dimasukkan ke dalam karung goni. Kondisinya sangat mengenaskan sekali. Selain sudah bau anyir dan mengeluarkan belatung, kepalanya tidak ada. Kedua tangan serta kakinya juga tidak ada. Ada luka sayat mulai leher sampai pusar. Dan terdapat empat luka tusuk di dada dan perutnya.
Dugaannya, setelah dihabisi dengan ditusuk menggunakan pisau, tubuh mayat perempuan itu kemudian dimutilasi. Bagian kepala, kedua tangan serta kaki masih dilakukan pencarian. Potongan tubuh yang ditemukan, usai dievakuasi langsung dibawa ke kamar mayat RSSA Malang.
“Untuk kasusnya masih kami selidiki. Termasuk mencari identitas korban. Yang jelas, mayat ini adalah korban pembunuhan yang kemudian dimutilasi,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Muhammad Aldy Sulaeman SIK, yang kemarin turun ke lokasi memimpin olah TKP.
Aldy mengatakan, untuk bisa mengungkap siapa identitas mayat wanita tersebut, polisi mengharapkan warga yang merasa kehilangan anak perempuan sekitar 10 – 15 hari lalu untuk melapor ke Polres Malang. Kemudian polisi akan mengecek DNA keluarga dan korban untuk melihat kecocokkan.
“Kenapa 10 – 15 hari, karena melihat kondisi mayatnya sudah membusuk dan diperkirakan meninggal sekitar 10 hari yang lalu,” ujar mantan tenaga pendidik (Gadik) SPN Brimob Polda Jatim ini.
Sementara itu, kali pertama yang mengetahui keberadaan mayat korban mutilasi itu adalah Edi, nelayan warga sekitar. Siang itu sekitar pukul 09.30, Edi yang sedang melihat sekatan ikannya, mencium bau busuk yang menyengat. Kemudian saksi mencari asal-usul bau itu. Begitu diketahui bau itu dari dalam karung yang berisi mayat, saksi lalu memberitahukan ke perangkat desa yang kemudian melaporkan ke polisi.(agp/aim)