Siksa Pembantu, Istri Jenderal Polri Diperiksa

MALANG POST - Kepolisian mendalami kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan M, istri purnawirawan Jenderal Polri terhadap beberapa pembantu rumah tangga di kediamannya di kawasan Bogor, Jawa Barat.
Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Komisaris Besar Agus Rianto mengatakan penyidik dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan agar kasus ini segera diproses. "M akan dilakukan pemeriksaan minggu depan. Kami harap ini dapat diselesaikan," ujar Agus Rianto di Mabes Polri, Jumat 21 Februari 2014.
Hingga saat ini, kata Agus, pihaknya sudah memeriksa 21 saksi termasuk YL, salah satu pembantu yang melaporkan dugaan penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan oleh M. Bukan hanya YL, pihaknya juga telah memeriksa 17 orang pembantu MS, pihak keluarga, serta RT dan RW setempat. "Namun ada tiga orang saksi yang tak dapat dimintai keterangan lantaran tak dapat berkomunikasi atau bisu," kata Agus.
Agus mengatakan, kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan ini menjadi perhatian  Kapolri Jenderal Sutarman. Dia meminta agar kasus ini segera dituntaskan dan petugas dapat menjalankan tugas dengan secara profesional dan proporsional. "Apakah MS yang juga purnawirawan Polri ini ada keterkaitan atau tidak, kami masih menunggu hasil pemeriksaan Polres Bogor Kota," ujar Agus.
MS merupakan pensiunan Polri ada tahun 2013. Jabatan terakhirnya Kapuslitbang Polri dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal. Seperti diketahui, Kasus ini bermula dari pengakuan Yualina (19), salah satu pembantu M yang berhasil kabur. Dia  melaporkan perlakuan yang dirasakannya selama dua tahun dengan tidak mendapat gaji yang layak.
Perempuan yang berasal dari Maluku Utara ini juga mengaku disekap oleh majikannya. Dia berhasil kabur dan melaporkan kasus itu ke polisi diantar seorang kerabatnya yang tinggal di Bogor. (jpnn/udi)