Ancam Sebar Foto, Siswi SMA Diperkosa

Tersangka Sunoto saat diperiksa petugas UPPA Reskrim Polres MAlang kemarin

KEPANJEN- Perbuatan Sunoto, 34 tahun, Warga Desa Dalisodo Kecamatan Wagir ini sangat bejat. Dia di duga melakukan pemerkosaan terhadan anak dibawah umur. Korbannya sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya) 15 tahun, warga Kecamatan Dau.
Korban yang masih pelajar kelas X SMA ini, disetubuhi tersangka sebanyak satu kali. Perbuatannya itu dilakukannya di salah satu penginapan di Kecamatan Kepanjen. Korban digagahi tersangka, karena diancam oleh tersangka akan menyebar video telanjangnya.
“Tersangka kami jerat dengan pasal 81-82 KUHP tentang pencabulan maupun perkosaaan terhadap anak dibawa umur,” ujar Kasubag Humas Polres Malang AKP Ni Nyoman Sri Elfiandani kepada wartawan kemarin.
Informasi yang berhasil diperoleh Malang Post, peristiwa tersebut terjadi pada akhir bulan Januari lalu. Mulanya, korban yang kenal dengan tersangka cukup lama, tiba-tiba mengirimkan SMS berisi ancaman akan menyebar video telanjangnya. Meski mendapat SMS itu, mulanya korban tidak percaya begitu saja.
Suatu kesempatan korban secara tidak sengaja bertemu tersangka. Tersangka kembali mengancam akan menyebar video telanjang milik korban.
“Agar video telanjang korban tidak beredar, korban diperas oleh tersangka. Korban harus menyerahkan uang tunai sebesar Rp 300 ribu,” kata mantan Kapolsek Pakisaji ini.
Perwira pertama dengan tiga balok di pundaknya tersbeut mengatakan, ancaman dari tersangka tersebut, membuat korban sangat terganggu. Hingga pada akhir Januari kemarin, tersangka diajak korban ke salah satu penginapan di Kepanjen untuk menunjukan video telanjangnya. Karena penasaran, korban menuruti ajakan tersangka.
“Pada malam harinya di salah satu kamar pada penginapan tersebut,. tersangka melakukan hal yang tidak boleh dilakukan terhadap tersangka,” kata dia.
Korban pun tidak berdaya digagahi tersangka. Puas melampiaskan hawa nafsunya, tersangka membiarkan korban pulang sendirian. Sesampainya di rumah, korban langsung menceritakan peristiwa yang dialaminya itu kepada orangtuanya. Tidak terima dengan perbuatan tersangka, keluarga Melati melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Reskrim Polres Malang.
Sedangkan dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka mengaku tidak melakukan perbuatan itu. “Saya hanya mengajaknya ke depan penginapan tersebut. Tidak sampai masuk ke dalam apalagi memesan kamar,” kilah tersangka. (big/aim)