Kuasa Hukum Minta Kasus ITN Dihentikan

MALANG – Endarto Budhi Walujo SH, penasihat hukum keempat tersangka kasus kematian mahasiswa ITN meminta kasus ‘ospek maut’ yang menewaskan Fikri Dolasmantya Surya dihentikan. Alasannya, sampai saat ini, bukti penyebab kematian Fikri tidak diketahui.
“Fikri meninggalnya karena apa?, sampai sekarang tidak diketahui. Polisi juga tidak pernah menjelaskan meninggalnya karena tindak pidana apa?. Kalau memang tidak ada bukti kematiannya karena tindak pidana, seharusnya tidak ada tersangka,” ungkap Endarto, kepada Malang Post kemarin.
Dikatakannya penyebab kematian seseorang termasuk Fikri, hanya bisa dijelaskan oleh medis. Yaitu dengan melakukan otopsi jenazah Fikri.
“Tetapi kenyataannya tidak dilakukan karena pihak keluarga Fikri menolak otopsi. Dengan begitu, maka secara hukum meninggalnya Fikri tidak bisa divonis dia sebagai korban,” ujarnya.
Ditambahkannya, kalau memang polisi ingin melanjutkan perkara kematian Fikri, seharusnya dicari sejelas-jelasnya meninggalnya Fikri karena tindak pidana apa. “Kalau tidak bisa mencari kejahatan karena tindak pidana apa atau karena hal yang tidak wajar, ya kasusnya harus dihentikan,” tegasnya.
Untuk mewujudkan harapannya itu, kemarin Endarto berkirim surat pendapat hukum (legal opinion) ke Kapolres Malang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen, dengan tembusan Kapolri serta Komnas HAM. Dalam surat legal opinion yang dikirim, isinya menjabarkan tentang kejadian saat kegiatan kemah bakti desa (KBD) di Goa Cina Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada Oktober 2013 lalu.
“Surat legal opinion ini supaya semuanya tahu kejadian yang sebenarnya. Karena selain polisi menemukan adanya perpeloncohan mahasiswa baru, sebetulnya juga ada perlakuan khusus dari panitia kepada Fikri. Dimana dia mendapatkan istirahat paling banyak serta minum paling banyak. Dan surat kami kirim ke Komnas HAM juga, supaya ikut membantu mengawasi masalah ini,” paparnya.
Disinggung soal berkas yang sudah dilimpahkan ke Kejari Kepanjen, Endarto berharap Kejaksaan bisa teliti lagi dalam memberi petunjuk. Karena memang tidak ada bukti penyebab kematian Fikri karena apa.
Sekedar diketahui, Polres Malang telah menetapkan empat tersangka dalam kasus kematian mahasiswa baru ITN, Fikri Dolasmantya Surya. Mereka adalah Kepala Jurusan (Kajur) Planologi, Dr. Ir. Ibnu Sasongko dan tiga lainnya Fendem (mahasiswa senior), yaitu Ketua Panitia Kemah Bakti Desa (KBD) Putra Arif Budi Santoso, seksi acara KBD Natalia Damayanti serta seksi keamanan acara Halim Nurohman.
Penetapan mereka ini, setelah melalui penyidikan panjang dan gelar perkara di Polda Jatim. Mereka ditetapkan tersangka dengan pasal 359 KUHP, karena kesalahan dan kelalaiannya mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.(agp/aim)