Korban Rafting Masih Hilang

MALANG – Hari ketiga pencarian terhadap tubuh korban tenggelam, kembali membuahkan hasil. Tim SAR gabungan, menemukan jenazah Yoyok Siswoyo, warga Jalan Aries Munandar Gang 6 A RT03 RW03 Kidul Dalem Kecamatan Klojen.
Tubuh pria 37 tahun itu, ditemukan di Bendungan Sengguruh Kepanjen. Tepatnya setelah Dam Bendungan Sengguruh. Atau sekitar 500 meter dari ditemukannya jenazah Ilham Deli, korban rafting maut.
Itu berarti, tugas Tim SAR tinggal menemukan satu korban lain. Lia Aprianti, korban rafting maut. Sedangkan Yoyok, terseret derasnya arus, ketika mandi di Sungai Brantas, Jumat (28/2).
‘’Penemuannya tadi (kemarin, Red.) sekitar pukul 09.15 di tengah bendungan. Anggota SAR menemukan saat menyisir bendungan, menggunakan perahu karet. Kondisinya sama dengan korban rafting maut. Sama sekali tidak mengenakan pakaian,’’ jelas Ketua SAR Mahamameru Andi Susetiyo, yang memimpin pencarian di Bendungan Sengguruh Kepanjen.
Setelah dievakuasi ke tepi bendungan dan diambil sidik jari oleh Tim Identifikasi Polres Malang, jenazah dibawa ke kamar mayat RSSA Malang, untuk dimintakan visum.
‘’Untuk korban yang tenggelam saat rafting (Lia Aprianti, Red.), kami masih terus melakukan pencarian. Belum ada tanda-tanda jenazahnya muncul ke permukaan air. Padahal seharusnya, sudah mulai ada tanda-tanda mengambang,’’ ujar Andi.
Pencarian di hari ketiga kemarin, menurut Andi, diperluas lagi. Jika sebelumnya penyisiran dimulai dari bawah jembatan Gadang Kota Malang, kemarin diperluas sampai ke Bendungan Karangkates Kecamatan Sumberpucung. Personil tim SAR yang melakukan pencarian pun, juga bertambah menjadi 70 personil.
Diantaranya dari SAR Trengganu, SAR Awangga, Basarnas, PPMR, SAR Mahameru dan tambahan dari SAR Brimob Ampeldento Pakis. ‘’Pencariannya dibagi menjadi empat tim atau empat titik. Yaitu di Bendungan Sengguruh, Bendungan Blobo, Bendungan Kecopokan Senggreng Sumberpucung dan Bendungan Karangkates,’’ jelasnya.
Pencarian jazah Lia Aprianti, akan dilakukan selama tujuh hari. Jika sampai batas waktu tersebut, jazad Lia tidak kunjung ditemukan, pencarian akan dihentikan.
Terkait kejadian tersebut, Polres Batu sudah memeriksa 26 orang. Termasuk korban rafting maut yang selamat. Hanya saja, polisi belum mengambil kesimpulan, adakah pelanggaran dalam tragedi di Desa Torongrejo Kecamatan Junrejo, Kota Batu ini.
‘’Pekan ini, kalau hasil pemeriksaan lebih dalam, ada indikasi ke arah melanggar hukum, pasti akan dilakukan gelar perkara. Termasuk pemeriksaan terhadap pengelola Batu Alam Adventure,’’ kata Kasatreskrim Polres Batu, AKP Adi Sunarto.
Alasannya, kata dia, untuk menyimpulkan ada indikasi pelanggaran hukum, haruslah didukung alat bukti yang kuat. Dua perahu, lengkap dengan peralatan yang digunakan korban meninggal itu, kini sudah ada di Disinggung apakah pengelola rafting, bisa dijadikan tersangka, yakni dengan mengacu pada pasal 359 KUHP, tentang kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya seseorang, Adi mengaku, tidak menutup kemungkinan. ‘’Tapi sejauh ini hasil pemeriksaan belum ada indikasi ke pelanggaran hukum,’’ pungkasnya.
Seperti diberitakan, 18 orang dari Jakarta menikmati rafting di Sungai Brantas, Jumat (28/2) kemarin. Karena datang banjir besar, tiga orang tewas dan satu belum ditemukan. 14 orang lainnya, selamat dari maut Sungai Brantas tersebut. (agp/mik/avi)