Nyabu, Sopir Angkot Dibekuk

Kedua tersangka budak narkotika bersama dengan barang buktinya.

GONDANGLEGI – Dua budak narkotika jenis sabu-sabu (SS), akhir pekan kemarin dibekuk petugas Satuan Reskoba Polres Malang. Keduanya yang berprofesi sebagai sopir angkot dan makelar sepeda motor, diringkus di rumahnya masing-masing saat menikmati barang haram tersebut.
Pertama kali yang diamankan adalah Abdul Amin, warga Desa Ganjaran Kecamatan Gondanglegi. Pria berusia 33 tahun ini, ditangkap pagi saat sedang tiduran. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti sepoket SS serta seperangkat alat hisap sabu.
Amin mengaku mendapatkan SS itu dari seorang temannya asal Kota Malang. Sepoket SS dibeli dengan harga Rp 700 ribu. “Saya baru kali pertama ini memakai, itupun untuk coba-coba saja. Sepoket tidak habis sehari dan masih ada sisanya separoh lebih,” tutur tersangka Amin.
Selang beberapa jam, sore harinya polisi menangkap Slamet Arifin alias Reog, sopir angkot tujuan Gadang – Gondanglegi. Pria 42 tahun ini, ditangkap ketika asyik menghisap SS sendirian dalam rumahnya, di Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Dari tangan dia, polisi mengamankan sepoket SS serta barang bukti seperangkat alat hisap.
Dalam pemeriksaan penyidik, Reog mengaku kalau dirinya sudah lama mengkonsumsi SS. Bahkan dia sudah pernah meringkuk di LP Lowokwaru, juga karena kasus sabu beberapa tahun lalu. Reog mengaku kembali memakai karena ketagihan memakai. “Dulu sudah berhenti memakai, tetapi kambuh lagi. SS itu, saya beli dari teman di Kota Malang seharga Rp 500 ribu per-poketnya. Saya menghisap SS supaya kuat kerja,” terang tersangka Reog.
Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat mengatakan, penangkapan kedua tersangka budak SS ini berdasarkan informasi masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dan berhasil menangkap mereka. “Keduanya kami jerat dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara,” tegas Samsul.(agp/aim)