Kades Tawangargo Bantah Korupsi Dana Hibah

KARANGPLOSO- Kades Tawangargo Kecamatan Karangploso Ferri Misbahul Hakim mengaku kaget dirinya dilaporkan ke Polres Malang terkait dugaan korupsi dana hibah Provinsi Jatim senilai Rp 260.206.000. Dia menyangkal semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
“Lah, saya kaget kok sampai bisa nama saya dilaporkan ke kepolisian. Saya juga tidak tahu apa penyebabnya,” ujar Ferri kepada Malang Post, saat ditemui di kantornya, kemarin.
 Dijelaskannya, dirinya mengetahui masalah itu justru setelah diberitahu warganya. Kemudian, bapak dua anak ini langsung mencari surat kabar Malang Post yang memuat berita itu. Menurutnya, apa yang menjadi laporan Kasun Lasah Li’ami CS, di Mapolres Malang Jumat (28/2) adalah tidak benar.
“Apa yang menjadi tuduhan mereka adalah tidak benar. Masyarakat boleh-boleh saja membuat laporan atas temuannya itu. Namun, tentunya perlu dilakukan pembuktian kebenaran atas laporan tersebut,” ucapnya.
Dia akan mempelajari laporan dugaan korupsi tersebut yang melibatkan dirinya. Namun, saat ini dia mengaku belum bisa mengambil tindakan apapun.
“Yang penting, saat ini saya tetap bekerja mengurus desa ini dan warga saya. Sedangkan terkait masalah ini, ya ditunggu saja bagaimana perkembangannya,” ucapnya enteng.  
 Setelah mempelajari permasalahan tersebut, dalam waktu dekat dia akan melakukan klarifikasi. Sedangkan bila suatu saat nanti dia dipanggil penyidik kepolisian terkait masalah ini, dia tegas menyatakan akan bersedia memenuhi panggilan.
“Sebagai warga negara yang baik, ya harus taat pada peraturan. Begitu pula dengan saya,” imbuhnya.
Kendati dia dilaporkan ke kepolisian, dia mengaku menyikapinya dengan biasa-biasa saja. Termasuk tetap menjalankan aktivitasnya menjabat sebagai Kades, seperti biasanya. Sedangkan disinggung terkait kesulitan ditemui dan dihubungi ketika laporan ini mencuat di media, Ferri mengaku sedang liburan ke luar kota bersama seluruh keluarganya.
“Sepert biasa, kalau hari Sabtu dan Minggu itu kantor desa itu libur. Saya juga bersama keluarga memanfaatkan moment tersbut untuk liburan ke Surabaya,” kilahnya. Lanjutnya, dia juga tidak berani menyimpulkan masalah ini mencuat terkait ada beberapa pihak dan mantan pengurus desa yang tidak suka kepadanya.
“Selama ini hubungan saya dengan warga, perangkat, Kasun, dan Ketua RT/RW yang ada di sini baik-saja dan tidak ada masalah apapun,” katanya sambil berlalu. (big/aim)