Sejoli Pengedar Sabu Kompak Masuk Sel

TANGKAP: Tiga tersangka, pengedar dan pengguna sabu-sabu dipamerkan Kasat Reskoba Polres Batu, AKP Djaelani, kemarin.

BATU - Tak berlebihan bila Badan Narkotik Nasional (BNN) Kota Batu, terus menggencarkan penyuluhan tentang bahaya narkoba. Masalahnya, ada fakta seorang pengguna sabu asal Desa Sidomulyo dan pengedar yang tinggal di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, diringkus polisi akibat terkait obat terlarang paling membayakan itu, sehingga disimpulkan bahwa kota wisata ini masih jadi sasaran empuk gembong-gembong narkoba.
Dua warga kota ini yang baru saja tertangkap petugas Reskoba Polres Batu,  Ahmad Ubaidillah  alias Ubed (33), warga Jalan Mawar Hijau 2 Desa Sidomulyo, dan Yermianto (36) warga Jalan Sakura, Desa Pesanggrahan. Dari rumah Yermianto itu, polisi juga menciduk Debby Miawati (39 tahun karyawan sebuah usaha variasi sepeda motor yang tingal di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo Kav 9/ 31, Blimbing-Malang.
Bahkan, Debby alias Nonik, menurut petugas kepolisian merupakan resedivis kasus sama yang pernah mendekam di penjara, Madaeng-Sidoarjo, pada 2007 lalu.’’ Untuk mengembangkan penangkapan ini, ketiganya masih kami periksa secara insentif,’’ujar Kasat Reskoba Polres Batu, AKP Djaelani, Senin kemarin.
Keterangan di kepolisian menyebut, Ubed merupakan tersangka yang pertama kali ditangkap dini hari kemarin. Dari pemeriksaan, dia mengaku ngaku membeli sabu-sabu 0,78 gram seharga Rp800 ribu kepada tersangka Yermianto.
Pengakuan itu dikembangkan, dan pukul 02.00 polisi beralih bergerak ke rumah kontrakan Yermianto yang dini hari itu sedang bersama Debby. Dari Yermianto pun,  polisi menyita uang Rp800 ribu, timbangan elektrik, satu alat hisap, ponsel BB, buku rekening Bank Mandiri, sabu-sabu 5 gram jenis kristal (diamond) produk tahun 2013 yang harganya paling mahal di tingkat konsumen, sebuah pipet dan dua ponsel serta 5 struk transfer.
Ketika diperiksa, Debby maupun Yermianto ngaku kulakan sabu-sabu itu dari Surabaya sebanyak 5 gram kepada seorang kurir pengendara Yamaha RX King yang wajahnya tertutup helm. ” Ngakunya sih baru dua kali mengambil barang dari Surabaya,”tambah Djaelani.
Keduanya pun terpantau polisi kerap menjual sabu ke rumah-rumah konsumen mereka.”Debby sendiri sudah melakukan transfer 5 kali dengan gembong narkoba di Surabaya,”tandasnya. (mik/lyo)