Terjatuh, Ketua PPK Kromengan Meninggal

Di ruangan dapur Kantor Kecamatan Kromengan, tempat terjatuhnya Purwanto.

KROMENGAN – Dedikasi Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kromengan Purwanto dalam menjalankan tugasnya sangat luar biasa. Dia meninggal dunia dalam menjalankan tugasnya sebagai ketua PPK, setelah jatuh dari plafon, ketika memasang lampu di dapur Kantor Kecamatan Kromengan, Minggu (2/3) lalu.
Purwanto sempat mendapatkan perawatan intensif di RST Soepraoen Kota Malang selama tiga hari. Pada Selasa (4/3) kemarin sekitar pukul 09.00 WIB, korban mengehembuskan nafasnya saat dilakukan operasi.
“Penyebab kematian beliau (Purwanto) murni kecelakaan akibat terjatuh dari plafon saat mengganti lampu dapur,” ujar Camat Kromengan Wahyu Kurniati kemarin.
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 17.00 wib. Mulanya, Purwanto memang berniat mengganti lampu dapur yang mati. Pria kelahiran 1968 tersebut memberitahukan salah satu anggota PPK Kromengan bernama Nunung, bahwa dirinya akan mengganti lampu tersebut.
“Almarhum lalu naik ke atas plafon lewat tangga. Sedangkan saya berada di ruangan rapat mengurus logistic pemilu,” ujar Nunung kepada Malang Post di rumah duka.
Dia tidak curiga atau mempunyai firasat apapun ketika korban naik ke atas plafon. Namun, selang 15 menit kemudian, dia dikejutkan dengan suara terjatuh begitu keras di ruangan dapur. Sontak, diapun berlari menuju asal suara itu untuk mengeceknya. Di tempat itu, dia dikagetkan dengan ditemukannya korban terkapar di lantai dengan luka kepala hingga berdarah, sedangkan hidung dan mulut korban juga mengeluarkan darah. Melihat kondisi itu, diapun berteriak minta tolong yang menggegerkan warga sekitar. Kemudian oleh warga yang melakukan pertolongan, kemudian dibawa ke Puskesmas Kromengan untuk mendapat perawatan.
“Karena kondisinya sangat parah, atas persetujuan keluarganya beliau dibawa ke RS Wava Husada,” terangnya.
Karena kondisi korban semakin kritis, kemudian dilakukan tindakan terhadap korban berupa operasi. Akhirnya Minggu (2/3) malam merujuknya ke RST Soepraoen yang mempunyai fasilitas dan dokter lebih baik. Namun, takdir tuhan berkata lain. Pada Selasa (4/3) kemarin sekitar pukul 09.00 wib, korban mengehembuskan nafasnya saat dilakukan operasi.
Terkait kekosongan jabatan yang ditinggalkan korban, KPU Kabupaten Malang mengatakan tidak berpengaruh atas proses  pemilu yang sedang berjalan. Kendati demikian, KPU akan melakukan pergantian antar waktu (PAW), untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh korban.
“Saat seleksi PPK lalu, ada 10 orang. Lima orang telah menjadi anggota PPK. Sehingga ada lima cadangan. Dari lima orang itu nanti diambilkan nomer cadangan dibawahnya. Sedangkan mekanisme pemilihan ketua diserahkan pada itern PPK,” kata Komisioner KPU Kabupaten Malang Totok Hariyanto. (big/aim)