Pasutri Bawa Lari Sepeda Motor

Tersangka Aris Priyanto, ketika di Mapolsek Gondanglegi.

MALANG – Pasangan suami istri (Pasutri) ini sungguh kompak. Tidak hanya soal urusan rumah tangga, tetapi juga kompak dalam melakukan tindak pidana. Akibat ulahnya itu, keduanya sama-sama meringkuk di balik penjara setelah dibekuk petugas Reskrim Polsek Gondanglegi, karena melakukan penipuan.
Kedua pasutri tersebut adalah Aris Priyanto, 26 tahun serta istrinya Ria Yunita, 30 tahun. Aris adalah warga Jalan Simo Gunung, Sidomulyo Sukomanunggal Surabaya. Sedangkan Ria, warga Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi. Keduanya menikah secara siri pada November 2013 dan mengaku sudah dikurinai seorang anak berusia 7 bulan. Keduanya saling kenal di sebuah lokalisasi di Surabaya.
“Saya menikah dengan Ria sebetulnya tidak setujui orang tua. Tetapi saya nekat kabur dari rumah untuk menikahi Ria. Tetapi sebelum saya nikahi, saya harus mengeluarkan Ria dari tempat lokalisasi. Untuk mengeluarkannya terpaksa saya mengaku sebagai anggota Brimob, dengan menyewa seragam polisi ke salah satu salon seharga Rp 20 ribu per-harinya. Begitu berhasil saya keluarkan dari lokalisasi, lalu saya nikahi siri,” terang Aris.
Dalam pemeriksan penyidik, Aris serta istrinya terpaksa melakukan penipuan karena himpitan ekonomi. 16 Februari lalu keduanya datang dari Surabaya naik kereta api dan turun di Stasiun Kota Lama. Selanjutnya mereka menuju ke rumah Didik, warga Jalan Janti Malang. Didik adalah orang yang merawat anak mereka.
Kedatangan keduanya ini, untuk meminjam sepeda motor Honda Vario N 4162 CD Alasannya untuk melihat orang tuanya yang sakit di RST Soepraoen. Karena kenal dan tidak curiga, Didik lalu meminjamkan motornya tanpa surat STNK.
Tetapi bukannya ke RST Soepraoen, sepeda itu dibawa ke rumah Ahmad Taufik, 32 tahun di Desa Putat Lor Kecamatan Gondanglegi. Keduanya mengutarakan untuk meminjam sepeda motor Yamaha Mio N 4533 DF milik Taufik, dengan alasan mau dibawa ke Surabaya untuk keperluan. Mereka menyatakan titip sepeda motor Yamaha Mio, karena tidak ada surat-suratnya. Setelah dipinjami, motor tersebut dibawa ke Surabaya yang kemudian digadaikan.
Tertangkapnya kedua pasutri ini, ketika mereka kembali datang ke Gondanglegi pada 23 Februari lalu, ke rumah salah satu kerabat Ahmad Taufik. Mereka datang dengan membawa sepeda motor Honda Supra L 5516 DV. Karena sepeda motor yang dibawa berbeda, akhirnya Ahmad Taufik dihubungi oleh bibinya kalau kedua tersangka di rumahnya.
Karena saat ditanya keberadaan sepeda motornya, keduanya tidak bisa menjawab, akhirnya Ahmad Taufik mengadu ke Polsek Gondanglegi dan keduanya langsung ditangkap. “Dari pengakuan saat diperiksa, mereka mengaku sudah sembilan kali melakukan tindak kejahatan penipuan ini. Delapan diantaranya dilakukan di Surabaya dan sekali di Malang. Namun kami masih akan mengembangkan kasusnya, karena ada dugaan aksinya di Malang lebih dari sekali,” jelas Kapolsek Gondanglegi Kompol Gatot Suseno.(agp/aim)