Perangkat Desa Akui Rabat Beton Tidak Terealisasi

Yeni dan Dayat, perangkat Desa Krebet Bululawang yang kemarin dimintai keterangan.

MALANG – Setelah memeriksa ketua dan sekretaris BPD Desa Krebet untuk diklarifikasi terkait dugaan korupsi dana ADD yang dilakukan Kepala Desa Krebet Drs H Muhammad Said, kemarin penyidik Reskrim Polres Malang kembali mengundang dua orang saksi. Kali ini dua perangkat di Desa Krebet, yakni Yeni dan Dayat.
Keduanya diundang untuk diklarifikasi kebenaran dari surat pengaduan masyarakat (Dumas) tentang dugaan penyelewengan ADD senilai Rp 63 juta. “Kami diundang untuk dimintai klarifikasi oleh penyidik,” ujar Yeni dan Dayat kepada Malang Post.
Dalam pernyataan keduanya, membenarkan bahwa anggaran dari ADD 2013 yang sesuai rancangan anggaran belanja (RAB) untuk pembangunan rabat beton sampai saat ini tidak terealisasi. Kemana larinya anggaran sebesar Rp 63 juta, mereka mengaku tidak tahu.
“Kalau yang lainnya memang sudah terealisasi semuanya. Namun kalau untuk rabat beton, memang sampai sekarang tidak terealisasi,” katanya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dayat, sisa anggaran sebesar Rp 63 juta yang sedianya untuk pembangunan rabat beton, memang tidak teralisasi. “Kami sendiri tidak tahu kemana larinya anggaran itu,” tutur Dayat.
Disinggung soal dugaan pungli (pemungutan liar) yang dilakukan Kades Krebet, Drs H Muhammad Said, dengan melakukan penarikan kepada warga yang menempati lahan PJKA di pinggir jalan ? Baik Dayat dan Yeni tidak menampiknya. Mereka mengaku mendengar soal itu dari warga. “Tetapi kami tidak tahu untuk apa uang dari penarikan itu,” kata mereka.
Terkait informasi adanya ancaman kepada perangkat desa supaya tidak membocorkan masalah ini kepada orang luar, keduanya juga mengakui. “Yang jelas, kami akan menceritakan semuanya kepada penyidik. Termasuk adanya tekanan dan ancaman kepada kami,” paparnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Muhammad Aldy Sulaeman, mengatakan setelah memeriksa saksi-saksi ini, selanjutnya polisi akan mengajukan izin kepada Bupati Malang mengundang Kades Krebet untuk dimintai klarifikasi. “Minggu depan surat akan kami layangkan, sehingga berharap surat izin bisa segera turun sehingga yang bersangkutan bisa cepat kami undang untuk diklarifikasi,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Krebet Drs H Muhammad Said membantah semua tuduhan itu. Rabat beton yang telah dianggarkan telah terealisasi. Bahkan, dia mengklaim punya bukti-buktinya. (agp/aim)