Firasat Seharian Anak Bungsu Suka Mukul

BATU - Sri Rahati istri sopir taksi, Wahyudi korban pembunuhan dan perampokan yang jenazahnya ditemukan warga Kamis lalu, benar-benar terpukul.  Dia tidak menyangka nasib suaminya bisa berakhir seperti itu, padahal selama ini Wahyudi tidak pernah punya musuh atau masalah dengan orang lain.
Sebelum berangkat kerja, Wahyudi warga  Jalan Bromo RT 01/RW10 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, itu sempat menghampiri anaknya, Faza Adhima (4)  yang sedang berada di play group.”Suami saya tidak pamitan ke saya, dia hanya bilang ke saudaranya kalau mau nganter tamu ke Jogjakarta, dengan mobil sewaan,”jelas Sri yang terus menangis.
Menurutnya, suaminya itu berangkat Selasa (4/3) sekitar pukul 09.30. Dan sebelum berangkat, memarkir mobil Avanza yang dia sewa dari temannya di daerah Tumpang, di halaman rumahnya.”Suami saya sregep (cekatan) kalau ada orang minta dianter, itu sudah sejak dulu dijalani sebagai sampingan sopir taksi. Apalagi selama 10 hari ini dia tidak masuk kerja, makanya dimanfaatkan untuk cari sampingan,”tuturnya.
Rabu (5/3), Sri mencoba SMS suaminya, tapi tidak ada balasan. Malahan pesan  singkat yang dikirim berisi “kerja ta” itu pending alias tidak masuk, dan saat di telfon ternyata Hpnya tidak aktif. Kamis (6/3) dia kembali SMS, “kenapa kog gak dibalas” lagi lagi tidak ada balasan. Padahal biasanya, Wahyudi SMS  duluan ke istrinya. Baru pada Kamis siang, pesan tersebut masuk bertepatan dengan ditemukan jenazah yang identitanya diketahui adalah Wahyudi.
Firasat tidak enak dirasakan anak bungsunya, Faza Adhima. Sehari-hari, biasanya dia tidak nakal separah seperti Rabu lalu.”Semua orang dipukul oleh Faza, gak tau kenapa dia nakal sekali pas hari Rabu itu,’’ sambung kerabat Sri.
Sri mengetahui kabar tersebut, dari bagian operator tempat suaminya bekerja.”Saya diberi tahu kalau suami saya meninggal, karena tidak percaya maka saya minta anak sulung saya (Avi) mengecek ke RSSA. Namun anak saya belum bisa memastikan (pangling), baru setelah itu saya datang langsung dan melihat ciri-cirinya, ternyata benar kalau itu adalah suami saya,”ungkapnya yang menambahkan
ciri-ciri suaminya ada bekas luka di lutut plus postur tubuh.
Perempuan yang sesekali mengusap air matanya ini mengungkapkan, jika suaminya tidak sembarangan mengantar orang yang mau nyewa jasanya. Sekalipun, saat pulang malam dia (Wahyudi) di stop oleh orang di tengah jalan, dia tidak menghiraukannya,”Kalau tidak dikenal dia gak mau mas, Ketika pamitan sama saudaranya dia mengaku kalau yang dianter adalah temannya juga,”ungkapnya kepada Malang Post.
Wahyudi meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Dia merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga, dan kemarin jenazahnya dimakamkan di TPU Jalan Agus Salim Kelurahan Sisir. (mik/lyo)