Truk Tronton Bawa Silinder Nyemplung Sungai

Petugas mendatangkan truk katrol untuk mengevakuasi truk tronton yang nyemplung ke sungai.

LAWANG- Truk tronton bermuatan slender aspal, dini hari kemarin terperosok ke dalam jurang sungai di Jalan Dr Sutomo Kecamatan Lawang (Depan Denpom). Kendaraan bernopol B 9357 VK tersebut, terjum bebas setelah menabrak pembatas jalan.
Beruntung sopir truk tronton, Dulatif, warga Dusun Pepen RT 01 RW 03 Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen ini selamat dari maut. Pria berusia 45 tahun tersebut hanya mengalami luka di paha kiri dan kaki kanan. Korban mendapat  perawatan intensif di RS Medika Lawang.
“Kasus kecelakaan ini, sudah kami tangani. Saat ini, kami masih mendalami dan menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut,” ujar Kepala Pos Lantas 90.1 Lawang, AKP Triwik SH kepada Malang Post kemarin.
Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan tersebut terjadi pukul 00.30 WIB. Truk berjalan dari arah Surabaya menuju Malang. Sesampainya di depan markas Denpom Lawang, sopir menepikan truk dan berhenti. Sopir memberhentikan kendaraanya, karena mencium bau terbakar dari kendaraanya. Setelah itu, sopir memeriksa secara seksama asal muasal bau terbakar tersebut.
Sopir juga memeriksa bagian bawah truk. Saat memeriksa bagian bawah itulah, truk tersebut tiba-tiba meluncur mundur dengan cepat. Sopir lantas segera menghindar, namun masih terserempet oleh badan truk. Sedangkan truk yang meluncur dengan keras, menambrak pembatas jalan hingga masuk ke dalam sungai sedalam 15 meter.  Bagian belakang truk di bawah, tepatnya masuk ke aliran sungai. Sedangkan kepala truk, menonjol ke atas.
Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung memberikan pertolongan kepada sopir. Warga lainnya, melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Petugas pos lantas yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP), tidak bisa seketika itu juga melakukan evakuasi truk beserta muatannya. Petugas kesulitan melakukan evakuasi, karena badan truk cukup besar serta medannya cukup berat. Barulah pada siang hari pukul 12.00 WIB badan truk baru bisa dievakuasi.
Petugas mendatangkan mobil pengkatrol untuk mengevakuasi truk tersebut. Proses evakuasi, membutuhkan waktu satu jam dan menyebabkan kemacetan sepanjang lebih dari lima kilometer. Karena harus memakai satu jalur untuk dilakukan proses evakuasi tersebut. Evakuasi baru dapat selesai pukul 13.15 WIB. Penyebab terjadinya kecelakaan itu, diduga rem tangan tersebut mengalami kerusakan.
“Rem tangan truk tersebut mungkin tidak berfungsi dengan baik. Sehingga truk tersebut meluncur dan masuk ke dalam sungai,” kata Triwik. (big/aim)