Kesal Diperintah, Kuli Tusuk Tukang Bangunan

Tersangka Pitono bin Tahir mendekam di balik jeruji Mapolsek Tumpang.

TUMPANG- Pitono bin Tahir, 36 tahun, warga Desa Ngebruk RT 02 RW 05, sejak Minggu (9/3) malam mendekam di balik jeruji sel Mapolsek Tumpang. Pria bekerja sebagai kuli bangunan ini, diciduk petugas karena menusuk Slamet Wahyu Prayudi, 24 tahun, warga Desa Ngingit RT 02 RW 02 Kecamatan Tumpang yang bekerja sebagai tukang.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/10). Saat itu, keduanya sedang bekerja di proyek pembangunan rumah di Dusun Tamiajeng  RT 10 RW 03 Desa Pandananjeng Kecamatan Tumpang. Korban sebagai tukang bangunan, memerintahkan tersangka yang sebagai kuli bangunan, agar cepat menyiapkan bahan bangunan. Perintah tersebut, ternyata membuat korban tersinggung dan gelap mata. Hingga tersangka mempunyai niat jahat, untuk menghabisi korban saat sedang bekerja pada siang harinya.
“Korban mengambil sebilah bisau belati yang berada di tempat proyek bangunan tersebut, lalu menusukannya kepada korban,” kata Kapolsek Tumpang AKP Hartono kepada Malang Post kemarin.
 Dia menjelaskan, tusukan yang dihunuskan tersangka, tepat mengenai perut sebelah kiri. Sehingga membuat korban bersimbah darah serta seketika itu juga tekapar dan tak sadarkan diri.
Puas menusuk korban, pelaku lalu melarikan diri ke rumahnya. Korban yang terkapar, lalu ditolong oleh sesama pekerja bangunan lainnya dengan dibawa ke RSSA Malang. Beruntung nyawa korban dapat tertolong. Tidak terima dengan peristiwa itu, keluarga korban melaporkan tersangka ke Mapolsek Tumpang.
Petugas yang mendapat laporan itu, langsung menangkap tersangka dengan mudah dan tanpa perlawananan di rumahnya. Sedangkan dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka mengaku kesal korban sering seenaknya menyuruh.
“Namanya juga tersinggung dan gelap mata, saya nekat melakukan hal itu. Saya sendiri juga heran, mengapa saya berani melakukan perbuatan itu,” tutur tersangka. Akibat perbuatannya itu, dalam persidangan nanti kurungan penjara selama 10 tahun lebih, sudah menanti tersangka. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita sebuah pisau belati yang digunakan menusuk korban. “Tersangka kami jerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan UU Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan sajam tanpa dokumen atau izin,”  tandasnya. (big/aim)