Polisi Sikat Pencuri Motor dan Pengedar SS

MALANG - Polres Malang Kota tidak berhenti untuk memberantas pelaku kejahatan, meskipun perbuatan itu dilakukan tahun lalu. Buktinya, David Agus, 25 tahun, warga Desa Bumirejo, Dampit tetap ditangkap saat asyik santai di depan salah satu toko baju di Dampit, akhir pekan kemarin. Menurut polisi, dia ditangkap karena masuk dalam komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) di daerah Sukun dan Kedungkandang, Juni 2013 lalu. Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH mengatakan, David tertangkap setelah pulang dari bekerja di Makassar.
“Tiga temannya sudah tertangkap lebih dulu dan dihukum. Bahkan informasinya sudah ada yang keluar dari penjara. Dalam komplotan itu, tersangka DAW (David Agus) bertugas untuk mengantarkan motor-motor curian ke Sampang, Madura dengan bayaran Rp 500.000 sekali kirim,” ungkapnya. Namun, menurut dia, penyidik Satreskrim Polres Malang Kota masih memeriksanya secara intensif. David diduga juga menjadi pelaku pencurian bersama pelaku lain berinisial Hn, yang sekarang masih buron.
Sedangkan jajaran Satreskoba Polres Malang Kota, ikut membekuk Abdul Rahman, 41 tahun, warga Desa Pucangsongo, Pakis karena menjadi pengedar narkoba jenis SS. “Anggota berhasil menangkapnya di depan salah satu pertokoan modern di Jalan Letjen Sutoyo Malang dengan barang bukti empat poket kecil SS,” lanjut Dwiko, panggilannya. Satu poket ditemukan di saku depan celananya, sedangkan tiga poket disita dari dalam jaket yang dikenakan tersangka berprofesi petani ini.
“Hasil pemeriksaan, satu poket memang pemberian dari bandarnya yakni inisial A dan S. Sedangkan tiga poket lainnya merupakan pesanan orang lain yang belum sempat ditaruh di tempat yang disepakati dengan pemesannya karena sudah tertangkap terlebih dulu,” urai mantan Kapolsek Wajak ini. Polisi, dikatakannya, masih menelusuri keberadaan A dan S yang disebut Abdul Rahman. “Dia mengaku kenal dengan A dan S saat main ke wilayah Sawojajar. Tersangka akhirnya mau diminta menjadi kurir narkoba dengan bayaran Rp 50.000,” pungkas dia. (mar)