Ancam Berbuat Mesum, Sikat HP Dua Sejoli

Kedua tersangka perampasan saat dimintai keterangan

KEPANJEN- Dua pemuda asal Desa Kasri Kecamatan Bululawang bernama Arifudin 23 tahun dan Ulil Absor, 21 tahun, sejak kemarin mendekam di balik jeruji Mapolres Malang. Mereka ditangkap atas tuduhan merampas HP Nokia milik sepasang kekasih berinisal SN, 13 tahun dan SP, 15 tahun, warga Desa Putat Kidul Kecamatan Gondanglegi.
“Kedua tersangka kami tangkap di rumah mereka masing-masing, setelah mendapat laporan dari kedua orang tua korban. Barang bukti yang kami amankan berupa satu buah HP Nokia milik korban SN yang dirampas oleh tersangka,” ujar Kasat Reskrim Polres Malang AKP Aldy Sulaeman SIK kepada Malang Post kemarin.
 Peristiwa itu terjadi pada Minggu (9/3) pukul 16.00 wib di Lapangan Panjer Desa Jeru Kecamatan Turen. Saat itu, SN dan SP sebagai sepasang kekasih, sedang berduaan di tempat tersebut. Tidak lama kemudian, datanglah kedua tersangka menghampiri korban yang sedang duduk di pinggir lapangan itu.
Kemudian, salah seorang tersangka mengancam keduanya akan melaporkan ke pihak desa, karena dituding melakukan mesum di tempat tersebut. Bila hal itu tidak diinginkan terjadi, korban lantas meminta HP SN. SN pun bersikukuh tidak menyerahkan HP miliknya, lantaran tidak merasa melakukan perbuatan tersebut.
Kedua tersangka pun geram. Bahkan Arifudin nekat merampas HP yang digenggam oleh korban SN di tangan kanannya. Karena takut terjadi sesuatu, keduanya tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah puas mengambil HP tersebut, kedua tersangka ngacir begitu saja. Korban SN yang tidak terima dengan kejadian itu, melaporkan kepada orang tuanya.
Kemudian oleh orangtua SN, peristiwa tersebut dilaporkan ke Satreskrim Polres Malang pada Senin (10/2). Kepolisian yang menerima laporan itu, langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, identitas kedua tersangka diketahui. Karena keduanya sering melakukan perampasan di tempat tersebut.
Dihadapan penyidik yang memeriksanya, kedua tersangka nekat melakukan hal itu karena terdesak tidak punya uang untuk membeli kopi. “Yang mempunyai ide ya kami berdua. Rencananya, HP tersebut akan digadaikan. Hasilnya, hanya untuk buat ngopi. Karena upah kami nguli, sudah habis,” kata salah seorang tersangka Ulil Absor.
Akibat perbuatan tersebut, dalam persidangan nanti hukuman lima tahun penjara sudah menanti keduanya. Karena mereka dijerat  pasal 368 KUHP tentang perampasan. (big/aim)