Polisi Operasi Pelajar Bolos Sekolah

MALANG - Jajaran Satbinmas Polres Malang Kota, kemarin melakukan operasi penertiban pelajar yang ketahuan bolos sekolah di beberapa sudut kota atau tempat-tempat nongkrong. Setidaknya, di dua lokasi nongkrong, yakni warung Jalan Cendana, Sukun, Malang dan warung lesehan Jalan Ronggowarsito Malang, beberapa petugas menemukan beberapa pelajar laki-laki dan perempuan asyik merokok, dengan masih mengenakan seragam sekolah.
Seperti ketika mendatangi salah satu rumah yang menjadi warung di Jalan Cendana. Di dalamnya tampak dua pelajar perempuan dan tiga pelajar laki-laki, asyik bercengkerama santai dan merokok. Kedatangan beberapa personil Binmas ini, tak urung membuat kelimanya yang bersekolah di beberapa SMK swasta Kota Malang ini kaget. Kepada staf Binmas, Aiptu Sugihastuti, beberapa diantaranya mengaku sedang menjalankan praktik kerja lapangan. Namun ada juga yang mengatakan, menunggu jam masuk siang sekolah.
Namun semua alasan ini tidak diterima oleh petugas. Tas-tas yang dibawa tetap digeledah, termasuk meminta kartu pelajar yang dikeluarkan oleh sekolah. “Kami hanya mengingatkan agar tidak ada pelajar yang berada di luar sekolah, terutama saat jam sekolah. Termasuk, pemilik warung juga tidak boleh menerima pelajar yang bolos dengan berbagai alasan,” ujar Sugihastuti, komandan operasi penertiban pelajar tersebut kepada Wanto, pemilik warung.
Sementara itu, Kasat Binmas Polres Malang Kota, AKP Susanto menerangkan, penertiban pelajar tersebut merupakan penerapan perpolisian masyarakat (polmas) menuju pelajar yang cerdas dan disiplin. “Kami ingin pelajar bermartabat bagi dirinya, sekolahnya dan keluarganya,” paparnya. Sebab itu, penerapan polmas ini juga akan dilakukan secara rutin mulai pagi, siang dan sore. Pelajar, lanjutnya, bisa kembali ke sekolah untuk menghadapi ujian nasional atau ujian lain yang diadakan sekolah.
“Tujuannya agar mereka tidak terjerumus kepada kenakalan remaja seperti minuman keras, pornografi, perkelahian hingga melakukan kejahatan. Langkah ini sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan Kota Malang. Bila ada pelajar yang terkena operasi di tempat-tempat nongkrong, masih kami data dan berikan pengarahan. Namun bila besok masih terkena operasi lagi, kami akan hadirkan wali murid dan perwakilan sekolah. Kalau sudah lebih dari dua
kali, tentu ada penindakan,” urainya mengakhiri. (mar)