24 Ribu Butir Pil LL dan Minuman Keras Disita

MALANG - Menjelang pemilihan umum, operasi cipta kondisi terus menerus dilakukan polisi. Akhir pekan kemarin, jajaran Satreskoba Polres Malang Kota berhasil mengungkap peredaran 24.000 butir pil LL dan dextro. Kedua kurirnya berhasil dibekuk, yakni Zainul Arifin 27 tahun, warga Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Jombang dan Moch. Arifin, 27 tahun warga Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Mojokerto. Menurut petugas, mereka ditangkap saat baru tiba di Malang, dengan menaiki motornya.
“Mereka dibekuk anggota reskoba ketika melajukan motornya di Jalan Panji Suroso Malang, saat hendak mengantarkan 24 plastik atau 24.000 ribu pil kepada pemesannya di kota Malang. Rinciannya, satu plastik berisi pil dextro sedangkan 23 plastik lainnya pil LL,” tutur Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dwiko Gunawan SH. Dipaparkannya, keberadaan kedua tersangka ini memang sudah tercium petugas yang mendapat informasi adanya rencana transaksi pil-pil tersebut di kota Malang.
Penyidik yang memeriksa, mendapat pengakuan bila 24.000 butir pil LL dan dextro ini merupakan milik pelaku berinisial ID. “Nama ID ini masih diburu anggota reskoba. Dari hasil pemeriksaan itu pula, tersangka mengaku mendapatkan upah Rp 500.000 per kiriman,” lanjutnya didampingi KBO Satreskoba Polres Malang Kota, Iptu Gunarsono. Dwiko yang pernah menjabat Kasatreskrim Polres Batu itu menegaskan, Zainul Arifin dan Moch. Arifin sudah dua kali ini mengirimkan pil.
“Kalau yang sebelumnya hanya 10.000 butir pil,” jelas dia. Namun, polisi mencurigai bila komplotan peredaran pil LL dan dextro cukup rapi dalam menjalankan operasinya. Salah satu bukti, di setiap kemasan plastik, tertulis pil Vitamin B untuk mengecoh petugas. “Tersangka mengaku kenal dengan ID ketika kerap karaoke di Sidoarjo. Di sanalah mereka bertemu dan mau menjadi kurir pil untuk para pemesannya,” tegasnya.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, polisi juga menyita 204 botol minuman keras (miras). Mantan Kapolsek Wajak tersebut menerangkan, operasi cipta kondisi tidak hanya diberlakukan kepada narkoba saja, namun miras pun menjadi sasarannya. Ratusan botol miras ini disita dari dua toko kelontong yang berada di Jalan Gilimanuk Malang dan Jalan Terusan Dieng Malang. “Operasi ini memang untuk menghindarkan aksi kejahatan yang muncul di saat menjelang pemilu karena pengaruh narkoba ataupun miras,” tutup Dwiko. (mar)