Butuh Dana Pacaran, Pelajar Bobol Rumah Kiai

MALANG POST - Dani Hermawan (18), pelajar kelas 3 salah satu SMK Swasta di Tuban harus mendekam di sel tahanan.Dia tertangkap saat melakukan pencurian di rumah sang kiai yang merupakan tetangganya sendiri.
Dari informasi yang dihimpun, penangkapan terhadap pelajar tersebut berawal saat pelajar masuk ke dalam kediaman kiai Riza Salahuddin Habibi, yang merupakan pengasuh dari Ponpes Ash-Shomadiyah, Kabupaten Tuban sekitar pukul 01.30 Wib.
Saat itu Gus Riza, panggilan akrab pengasuh Ponpes tersebut baru bangun dan akan melakukan salat Tahajud. Kemudian ia mengetahui ada pelajar itu sudah masuk ke dalam rumah dan bersembunyi di dapur bagian belakang. "Karena sudah sering ada barang berharga yang sering hilang, akhirnya korban langsung menangkap pelaku ini," ungkap AKP Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban, Jumat (14/03/2014).
Setelah tertangkap, pelajar SMK itu langsung diserahkan kepada pihak kepolisian Polres Tuban. Petugas melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus pencurian yang sudah sering terjadi di rumah kiai tersebut. "Dalam setiap aksinya pelaku masuk ke dalam rumah korban dengan memanjat tembok, kemudian pelaku yang memang bertubuh kecil itu masuk ke dalam rumah lewat lubang angin-angin," ujar Elis.
Selama ini, sedikitnya pelaku terungkap sudah empat kali masuk dan melakukan pencurian di rumah kiai tersebut. Petugas masih melakukan pengembangan untuk mengetahui apakah ada korban lainnya. "Barang bukti yang berhasil kita amankan sebuah kamera digital, sedangkan untuk barang bukti lain sudah dijual oleh pelaku. Katanya uangnya untuk makan-makan dan jalan-jalan sama pacarnya," tambah Kasubbag Humas.
Diketahui dalam aksinya, pelaku telah berhasil mencuri sejumlah barang di rumah korban. Diantaranya sebuah laptop, kamera Sony, 3 buah dan handphone samsung, yang nilai totalnya mencapai Rp 10 juta lebih. Namun dari tangan pelaku, polisi hanya berhasil mengamankan barang bukti sebuah kamera Sony. Sedangkan barang hasil curian lainnya telah dijual kepada orang tak dikenal. "Laptop dan 3 handphone masih dilakukan pencarian," terangnya.
Pelaku mengaku nekad melakukan pencuri karena butuh uang untuk mentraktir dan mengajak jalan-jalan sang pacar. Semua uang hasil penjualan barang curian telah habis untuk foya-foya. "Buat makan-makan, ngajak pacar makan dan jalan-jalan," ungkap pelaku. (jpnn/udi)