Arisan, Sesama Umat Klenteng Hok Swie Bio Tawur

MALANG POST - Kasus penganiayaan terjadi antar sesama umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hok Swie Bio Bojonegoro. Penganiayaan itu hingga berujung ke pihak kepolisian. Sementara korban kini masih terbaring di rumah sakit Bhayangkara, Jumat (14/03/2014).
Saksi mata dilokasi kejadian, Handoko menceritakan, jika saat itu usai melakukan kebaktian, sekitar pukul 22.00Wib kemarin, korban Liem Djioe Jwat (45)  bersama jamaah lain melakukan arisan. Berawal dari situ kemudian diduga ada yang tidak terima dengan hasil pencabutan arisan tersebut."Saat itu pelaku Hoo Fuk Hwa bersama gerombolannya diduga tidak terima dan langsung mengeroyok adik saya," ungkapnya.
Arisan itu diikuti oleh sekitar 170 jamaah TITD Hok Swie Bio. Dan di cabut setiap hari kamis malam. Pengeroyokan itu diduga dilakukan sebanyak 6-7 orang. Diantaranya, lanjut dia, Go Kian Soen, Sulung Tedjo Kusuma, serta anak dan istrinya lain. "Saya dicegat, tidak bisa menolong," ujarnya.
Korban langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Kota Bojonegoro. Korban ditemui di rumah sakit Bhayangkara menjelaskan, saat itu ia dikeroyok dan dipukul bagian kepala menggunakan tas yang berisi benda keras. Selain itu, menurut korban ia mengalami luka di bagian tangan kiri, kaki kiri dan kepala."Kepala saya dipukul dengan menggunakan tas yang tidak tahu isinya apa," paparnya.
Korban meminta agar kasus ini kemudian diproses hukum lebih lanjut. Sementara Kasi Humas Polsek Kota, Iptu Supriyanto, membenarkan jika ada laporan penganiayaan. Saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan adanya laporan tersebut. (jpnn/udi)