Kecele, Dikira Motor Yamaha, Embat Motor Happy

MALANG – Seorang pemuda asal Dusun Sumbersari Gunungkawi, Desa/Kecamatan Wonosari, yakni Aan Saputra, sejak Jumat lalu harus meringkuk di balik rutan Mapolsek Wonosari. Pemuda berusia 18 tahun ini, dijebloskan ke dalam tahanan terkait kasus pencurian sepeda motor Happy milik Sukrianto, warga Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari.
Bahkan polisi terpaksa memberi hadiah timah panas di kaki kirinya, karena Aan berusaha kabur dan melawan ketika akan ditangkap. Sebagai barang buktinya, polisi mengamankan sepeda motor Happy yang sempat dicuri dan kemudian dibuang di jembatan.
“Tersangka ini, kami tangkap di rumahnya setelah mendapat informasi kepulangannya. Sebab selama ini, dia jarang sekali berada di rumah,” tutur Kapolsek Wonosari, AKP Affan Junaedi.
Diperoleh keterangan, aksi curanmor yang dilakukan Aan ini, terjadi Jumat (7/3) lalu. Pencurian dilakukan tengah malam bersama seorang temannya yang kini masih buron. Sepeda motor tersebut, dicuri ketika diparkir di teras depan rumahnya.
Setelah berhasil dicuri, sepeda motor yang dikira Yamaha Jupiter itu kemudian dibawa kabur menuju jembatan Sungai Kluwut. Namun sampai jembatan, tersangka melihat motor yang dicurinya. Karena ternyata sepeda motor Happy, oleh tersangka Aan dan temannya langsung dibuang.
Keesokan harinya, motor tersebut ditemukan oleh warga sekitar. Selanjutnya temuan motor dilaporkan ke petugas Polsek Wonosari dan diamankan sebagai barang bukti. Pagi harinya, Sukrianto yang merasa kehilangan motor, datang ke Polsek Wonosari berniat mau melaporkan kehilangan.
Namun setelah sampai di Polsek, dan ditunjukkan motor Happy, Sukrianto mengatakan kalau motor itu miliknya yang dicuri. Dari situlah, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi mencurigai Aan sebagai tersangkanya. Kecurigaan polisi berdasarkan keterangan saksi-saksi. Apalagi, sekitar sebelumnya tersangka pernah ditolong oleh Sukrianto, saat mengalami kecelakaan di depan rumahnya.
“Dari penangkapannya kemudian kami kembangkan. Ternyata dia tidak hanya sekali saja melakukan pencurian. Melainkan sudah tujuh kali sejak 2013 lalu. Semuanya dilakukan di wilayah Kecamatan Wonosari,” jelas Affan.(agp/aim)