Penipuan Makin Merajalela

MALANG- Masyarakat harus lebih ekstra waspada. Penipuan dengan mengaku sebagai anggota polisi yang menangkap salah satu anggota keluarga, kembali terjadi. Salah satu korbannya yakni Ir. Dyanasari, 55 tahun, warga Jalan Duku II, Waru, Sidoarjo. Akhir pekan kemarin, saat berada di Malang, dia mendapat telepon yang mengaku sebagai anggota polisi di Malang. Dalam telepon itu, anaknya dikatakan tertangkap dalam kasus narkoba.  Kepada Dyanasari, penelpon meminta uang Rp 7,5 juta bila tidak ingin anaknya yang berada di Malang diproses secara hukum.
Tanpa berpikir panjang, Dyanasari pun mentransfer uang melalui rekening BCA di ATM yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. “Saya tidak tahu kalau itu hanya penipuan. Setelah saya mentransfer dan bisa menghubungi anak saya kembali, ternyata anak saya mengaku tidak pernah tertangkap dalam urusan narkoba,” terangnya. Merasa jadi korban penipuan, dia pun melaporkannya ke Mapolsekta Klojen. Sementara penipuan kedua dialami Umu Khofiyah Sundari, 19 tahun.
Mahasiswi asal Began RT01/RW01 Kecamatan Glagah, Lamongan ini  mengaku bila dirinya ditipu melalui jejaring Facebook. Kepada petugas Polres Malang Kota, dia menceritakan bila saat membuka Facebook, melihat penawaran penjualan BlackBerry Torch 9810. Gadis ini kemudian menawar BlackBerry tersebut dan sepakat dibeli dengan harga Rp 1,5 juta. “Saya mengirim uang itu melalui ATM ke nomor rekening 0327520010 atas nama Adam Hermansyah,” ungkapnya.
Keesokan harinya, Umu mencoba menanyakan keberadaan BlackBerry tersebut ke Adam karena hingga sore belum datang. Namun, beralasan barang masih tertahan di bea cukai, dia diminta untuk mentransfer uang Rp 1 juta akan segera keluar. Lagi-lagi Umu mentransfer uang tersebut. tetapi, keesokan harinya, dia baru sadar menjadi korban penipuan ketika mencoba menelpon Adam. “Nomor yang biasa saya kontak, sudah mati,” pungkasnya. (mar)